Istanbul, the EuroAsia

 

Untuk kedua kalinya berkesempatan berkunjung ke Eropa, kali ini Istambul, Turki. Kota dan Negara yang unik dimana bagian satunya berada di daratan Eropa, dan sebelahnya lagi di daratan Asia.

Kota Istambul, kota yang dijadikan latar belakang sebuah film box office “Takken 2” adalah salah satu kota tujuan wisata di Dunia, khususnya Eropa. Disamping iklimnya yang tidak begitu dingin dan tidak begitu hangat.

Must Prepare

  • Sebelum berangkat, saya telpon kedutaan Turki di Indonesia dulu untuk memastikan apakah informasi yang saya dengar benar bahwa Indonesian tidak perlu mengurus dan membuat visa dulu sebelum berangkat ke Turki, karena ada Visa on Arrival. Ternyata informasi tersebut benar, saya ngga perlu repot2 untuk mengurus visa dengan berbagai syarat dan approval seperti ke negara Eropa lainnya seperti Polandia. Indonesia dan Turki sudah memiliki perjanjian bilateral untuk kebijakan imigrasi. Jadi yang perlu disiapkan jika ingin berkunjung ke Turki hanya Pasport dan uang 25USD untuk membayar visa pada saat nanti tiba di bandara Turki, atau bisa menggunakan kartu kredit juga.
  • Pastikan juga sudah booking hotel atau hostel lewat internet (booking.com, agoda.web.id atau apapun), booking hanya perlu kartu kredit untuk verifikasi, pembayaran tetap dilakukan cash pada saat kita tiba disana. Usahakan pilih yang free cancelation, karena apabila kita cancel sebelum hari H, kita tidak kena charge.
  • Bawa bekal makanan indonesia secukupnya (mie instan, kopi, teh, cemilan), walaupun di Istambul kita bisa menemukan banyak menu yang ada nasinya, beda dengan negara eropa lainnya. Orang Turki juga punya kebiasaan minum teh pagi hari, setelah makan siang atau sore hari dengan porsi gelas yang kecil.
  • Chek kondisi cuaca dan temperatur via internet (weather.com) periode kita disana, pilih baju yang sesuai dengan temperatur. Hal ini untuk mencegah salah kostum dan terlalu banyak barang bawaan. Kalau cuma 18-24C, ya tidak perlu bawa-bawa jaket tebel berbulu.
  • Cari tiket pesawat murah di situs2 pembanding harga tiket pesawat seperti skyscanner.co.id. Kalau mau transfer beda maskapai pastikan waktu transit minimal 2 jam, hal ini untuk mencagah pesawat pertama delay, kita tidak ketinggalan pesawat kedua.
  • Tukar mata uang rupiah ke Euro atau USD, karena rupiah nggak laku ditukar dengan Lyra, mata uang Turki. Satu Lyra kira-kira sebanding dengan Rp 5.000,-

Me? in Istambul

Saya lebih suka menginap di hostel dengan 1 kamar berisi 4 s/d 8 tempat tidur sekaligus atau biasa disebut dormitory, disamping harganya murah, disini kita bisa bertemu sesama backpacker dari seluruh dunia. Bertukar informasi tempat wisata, bertukar informasi pengalaman dan cerita-cerita negaranya masing2, sampai bertukar account facebook.

Hostel2 jenis ini biasanya dekat dengan tempat wisata kota tua (old town), kalaupun kita ingin mengerjakan some business ke tengah kota, kita tidak perlu risau untuk masalah transportasi, karena most of European county has good mass transportation. Di Istambul kita bisa naik Metro, Metro adalah sebutan kereta listrik yang memiliki rel di sepanjang jalan raya, jadi rel kerata menyatu dengan jalan raya. Bedanya kalau di Poland rel ini ada ditengah (diantara lajur kanan dan kiri jalan raya) sedangkan di Istambul rel sendiri ada di lajur kanan dan kiri jalan raya, jadi menyatu dengan jalur mobil.

Harga tiket/koin untuk sekali naik metro adalah 3 Lyra, atau kalau dikurskan 15rb, dibandingkan taksi, tentu ini sangat murah. Jalur Metro sudah menjangkau tempat2 wisata di Istambul. Nah sistem pembelian tiket juga sudah otomatis, seperti di Kuala Lumpur, di dekat stationnya ada alat seperti ATM (lebih mirip telepon umum), masukkan uang pencet mau beli berapa tiket, nanti akan keluar uang kembalian dan koin yang digunakan untuk masuk ke stasiun.

Aku menginap disebuah hostel di kota lama bernama Erenler Hotel, harganya hanya 10Euro/malem, tidak termasuk sarapan tapi memiliki koneksi internet yang sangat cepat. For me, fast internet connection more important than good breakfast 😀

Must do:

Area-area ini dapat dijangkau hanya dengan jalan kaki dari hostel, dont worry, jalan kaki di Eropa itu nggak akan capek, disamping udaranya dingin, temen jalan kaki kita banyak

The Sultanahmet Mosque (Sultanahmet Camii)/ Blue Mosque

Dinamakan Blue Mosque/Masjid biru karena beberapa dinding dihiasi keramik warna biru. Masjid tua dengan arsitektur yang mengagumkan, banyak turis eropa (bule2) berkunjung ke masjid ini untuk melihat keindahan arsitektur dan budaya Islam. Masjid ini dibangun oleh Sultanahmet I, Dinasti kerajaan penguasa Turki keturunan dari dynasti Constantinople. Bagi wisatawan untuk masuk masjid ini tidak dipungut biaya.

Hagia Sophia /Ayasofya

Masih satu komplek dengan Masjid Biru. Hagia Sophia dulunya adalah gereja ortodok, pada saat masuknya Islam ke Turki, gereja ini dialih fungsikan sebagai musium dan cagar budaya, disini menyimpan benda2 yang berkaitan dengan sejarah masuknya Islam ke Turki, ornamen2 yang berkaitan dengan kristen masih dijaga dan dilestarikan. Hari senin tempat ini ditutup untuk umum, untuk masuk ke area ini harus membeli tiket seharga 25TL atau sekitar Rp175.000,-

Topkapi Palace /Istana Topkapi (wiki)

Salah satu UNESCO World Heritage Site, Topkapi adalah Istana Sultanahmet yang disini sudah dialih fungsikan sebagai cagar budaya dan musium, disini juga tersimpan benda2 sejarah bernilai tinggi seperti; telapak kaki Rosululloh, Pedang Rosululloh dan benda2 bersejarah lainnya, disini juga terdapat beberapa bekas ornamen Ka’bah yang tidak terpakai lagi (telah diganti baru), seperti tembaga penutup hajar aswad dan bekas kunci pintu Ka’bah. Istana ini juga sangat indah, karena dikelilingi taman2 dan langsung menghadap ke selat Bosphorus, selat pemisah benua Eropa dan Asia. Untuk masuk area Istana Topkapi harus membeli tiket seharga 25TL juga.

New Mosque /Yeni Cammi & Galata Bridge (wiki)

Disini juga banyak sekali wisatawan. Masjid dengan arsitektur mengagumkan, berdekatan dengan jembatan Galata, jembatan yang menghubungkan 2 benua membelah selat Bospharus. Kita bisa mengambil foto kemegahan masjid Yeni dari jembatan Galata.

Grand Bazaar

Masih bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Masjid Yeni, Grand Bazzar adalah pasar tradisional yang sangat luas. Disini dijual berbagai macam barang seperi perhiasan, kain, karpet, tas kaos dan berbagai cinderamata. Pastikan menawar 50-60% dari harga yang ditawarkan penjual.

Must Know

  • Film Taken 2 dan James Bond terbaru “Skyfall” mengambil lokasi shuting di kota Istambul, karena keunikan dan keindahannya.
  • Di Doha, orang bertanya “are you philipine or Indonesian?, tapi di Turki  “Hi, are you from Malaysia or Indonesia? Hallo Apa Kabar?”
  • Banyak kucing bekeliaraan bebas di Istambul, beberapa kucing angora, beberapa kucing biasa, mereka disediakan wadah makan yang sudah diisi semacah wishkes kering entah oleh siapa.
  • Kebanyakan orang Turki tidak melepas kaos kaki saat shlat di Masjid
  • Kamar dormitory cewek dan cowok dipisah, tidak seperti kebanyakan negara Eropa, yang dicampur.
  • Kalau ada yang foto-foto dengan gaya-gaya jari “peace” atau foto-foto dengan iPad, itu pasti orang jepang dan cina, dan malah jadi kelihatan ndeso
  • Harga makanan rata2 per porsi 5,7,8 sampai ada yang 25 Lyra (nasi, kulit kebab, ayam irisan kebab), kalau mau hemat jangan makan dekat jalan raya, atau makanlah dekat kampus, pasti murah.
  • Kalau kita pipis di jembatan Galata, artinya pipis kita akan mengalir diantara 2 benua. kekeke.

Untuk foto2 lengkap tidak muat kalo di posting di blog, lebih baik dilihat di album fb ane

7 Replies to “Istanbul, the EuroAsia”

  1. wow…it brings back memories. Nice post!

    Waktu saya disana, banyak orang malah mengira saya orang Jepang. terutama anak2. saya sering disamperin orang sambil ditanya “Japanese? Japanese?”. Atau disorakin anak2 SD “konichiwa…konichiwa”. Hahaha…padahal saya sama sekali tidak bertampang oriental.

    Bahkan waktu saya di Ankara menghadiri world expo bersama bbrp teman saya, orang2 pada mengira kita selebriti internasional atau apalah…ga ngerti. soalnya orang2 pd berkerumun nyamperin kita minta photo bareng. mungkin mereka terkesima sama batik2 yg kita pake kali yaa. dan lebih gilanya lg, kita sampe diwawancarai seorang reporter TV lokal sana u/ live report gt. woow..it was sucha unforgettable moment

    Soal kucing, waah pencita kucing pasti betah bgt disana. Ga kebayang kalo di Indonesia berkeliaran kucing2 kaya gitu. yg ada itu kucing liar diambil semua buat peliharaan.

    Jadi kangen Turkey…

  2. Thanks Krista, Istambul is really amazing.
    Suatu saat kalo berkesempatan ingin kembali kesana.
    Oya, soal anak2 kecil disana, pernah aku lewat sebuah sekolah (mungkin setara SMP), anak2 tersebut pada manggil2 nggak jelas, intinya ngajak berinteraksi. hahaha, mungkin lihat orang asia cuma di film2 saja.

  3. I’m gone to tell my little brother, that he should also pay a visit this blog on regular basis to obtain updated from most up-to-date news update.

  4. I do not even know how I ended up here, but I thought this post was great.
    I do not know who you are but definitely you are going
    to a famous blogger if you aren’t already 😉 Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *