Dikdas Indosat Angkatan 23

Assalamu’alaikum wr wb,

Jalan jongkok, baris berbaris, merayap di rumput disaat subuh dan diatas aspal yg panas, tidur di tenda yg dibuat dari jas hujan militer, makan harus habis tak bersisa, masuk ruangan harus dengan penghormatan, merayap, guling, jalan mundur, push up, sit up, pul up, long march jalan puluhan kilometer pake spatu laras, lari2 keliling komplek siang hari bolong, sholat dialam terbuka disaat hujan, menyebrang sungai deras, turun tebing, ngibarin bendera di dataran tinggi Cimumput, caraka malam, masuk kuburan,bernyanyi lantang di setiap pergerakan barisan.

Semua telah kita lalui bersama-sama dengan penuh suka dan duka.
Kami 34 orang dari berbagai penjuru Indonesia;jawa, sumatra, kalimantan sulawesi dan Irian, bersatu bersama menghadapi semua itu dangan hati gembira.

Tigapuluhlima hari konsentrasi untuk pendidikan tanpa komunikasi dengan keluarga dan orang2 yg kita cintai adalah bukan hal yang mudah, apalagi saat hanya bisa terima telepon ketika orang tua meninggal, seperti dari 2 rekan kita, mereka tidak bisa mendampingi saat2 terakhir otang tua mereka tiada.

Saat lelah, pegal, sakit, perih, lecet, mual dan pusing adalah “rasa” yang harus kita kalahkan dengan jiwa ksatria, bukan mengobatinya.

Gemblengan fisik dan mental para pelatih dari Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad), materi2 dari petinggi2 Indosat, materi dari motivator2 handal seperti Andreas Harefa, bimbingan spiritual dari udztad2 terbaik, semua adalah kawah candradimuka kita untuk menjadi 34 yang terbaik, 34 yang satu, yang bersaudara, dan sama2 dilahirkan di jatiluhur pada tanggal 17 April 2008. Yah, kami dididik secara militer, tapi otak kami juga dididik dengan ilmu2 yang sangat berguna.

Terima kasih kawan2, terimakasih Indosatku, terimakasih para pelatihku DispsiAD
Kami akan ingat, camkan, dan laksanakan apa yg telah kita dapat, dan kita berkomitmen dengan janji2 yg telah kita ikrarkan.

Semoga Alloh SWT selalu mencurahkan rahmatnya untuk kita semua, amin.

Wassalamu’alaikum wr wb

One Reply to “Dikdas Indosat Angkatan 23”

  1. wuih….. sendu liat nih blog…..
    ak jadi inget masa2 lele kita yo pix…..
    tp jangan pke bahasa arab donk, ga ngerti nih orng bandung….

    hehe…. moga2 OJT kita pada lulus tanpa syarat ya teman2….

    kapan2 klo bisa kita kumpul2 smua buat mengenang ke-LELE-an kita yah….

    see yaa, salam dari bandung buat seluruh indonesia, indosat!!!!!!!

  2. kalo kita di jakarta sering long march dari kppti ke hotel biar gerak n mengenang masa2 jaya, ntar kalo udah kerja paling ya nggak sempat. goyang di goyang2, puter di puter2, kocok di kocok2………..silakan dinyanyikan dalam hati, kerjakan!!!! siap pelatih kata2 yang selalu ada di kepala kita…….

  3. Buat Wakil Senat, bilang aja ga punya duit. jadi supaya ngirit tiap pulang long march dari kantor sampai Hotel.
    Untung ga kebagian OJT di Ancol c/S atau Daan Mogot. Kebayang kalo harus longmarch tiap sore. Jadi minggar ke dua dong ….

  4. Heh SISWAAA..!!
    sempet2nya ngisi beginian, ayo OJT, bentar lagi presentasi..KERJAKAN!
    hehehe..
    paling berat karena ga ada komunikasi sm istri tercinta, tp tetep harus dikerjain kan, yang paling membahagiakan adalah sekarang kita punya sahabat2 baru dari aceh sampe Sorong!
    percaya deh temen2, 35 hari kemarin itu akan menjadi waktu yang sangat singkat pas nanti suatu hari kita lihat ke belakang dan merasakan manfaatnya.
    Yel-Yel Angk 23!!

  5. Hebat Fiq,
    Kalo searching di google ttg dikdas, pasti blogmu yg urutannya paling atas, hehe…

  6. jadi dikadasnya selama 35 hari itu kemping di tenda?
    dan setiap hari aktivitasnya fisik2 gitu? wahh.. hebat banget deyh.
    berarti sebelumnya kudu persiapan fisik dan mental kali ya.

  7. So verpönt das Daddeln auch ist, so ist experimentell bewiesen, dass Gaming,
    ein dem Alter des Gamers angemessenes Game vorausgesetzt, förderlich für das Reaktionsvermögen des Spielers
    sein kann. Beim Spielen lernt der Spielende in angenehmer Atmosphäre schneller als üblich zu Reagieren und seine Aktionen zu priorisieren. Die meisten Computerspiele vermitteln überdies noch Basics über das Wirtschaften und fördern logisches Denken. Sogar
    die verschrieen MMOs können doch in vielen Fällen den vorgeschobenen Effekt des
    Abdriftens in eine virtuelle Realität} invertieren. Der Spieler wird wohl auch vielen Freaks begegnen, jedoch findet man nur zu oft genau in seinem Lieblingsspiel Gleichgesinnte.

    Summa summarum: das Gaming ist der Hammer! Ungeachtet des Games und
    ob PC,Konsole,Handy,etc. , Daddeln ist Kultur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *