Delapan Hal yang Perlu Diketahui Tentang Nepal

Dear Blog,

Kali ini ane mau sharing beberapa cerita yang ane ingat saat traveling khususnya ke luar negeri.
Kathmandu, Nepal.
Negara yang menurut ane merupakan impian bagi para backpaker dan hiking lover, why? lets follow my story line.
Hal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat

  1. Ticket Pesawat
    Untuk para backpacket mania dengan kemampuan low budget like me, ke Kathmandu, penerbangan dari Jakarta bisa menggunakan maskapai AirAsia. Gunakan senjata andalan kita www.skyscanner.co.id untuk mencari harga penerbangan termurah, saat blog ini ditulis harga terendahnya adalah 4,4jt pp. Dari jakarta ke Kathmandu akan transit 1 kali di Kuala Lumpur.
    Bandara TIA (Tribhuvan International Airport) Kathmandu adalah bandara yang berada di antara gunung-gunung tinggi, deretan pegunungan everest. Kota tahmandu merupakan kota ditengan cekungan gunung-gunung. Ane pernah baca diblognya seorang pilot indonesia, bahwa landing dan take off di bandara ini butuh skill dewa, pilot2 junior tidak boleh pegang pesawat dengan tujuan Kathmandu, apalagi pesawat besar. Karena sekali mau landing ke runaway airport maka “this is the point of no return” tidak ada kesempatan lagi untuk naik kembali, jika tidak ingin terbentur gugusan gunung everest yang dingin.
  2. Visa
    Untuk warga negara indonesia untuk masuk wilayah nepal membutuhkan visa, visa dapat didapatkan di imigrasi bandara , atau disebutnya Visa on Arrival, siapkan uang dalam USD untuk membayar, atau bisa juga dengan kartu kredit. Biaya visa bervariasi tergantung berapa lama kita mau stay di Nepal.
    15 days – US $ 25.00 for 15 days single/multiple entry.
    30 days – US $ 40.00 for 30 days single/multiple entry.
    90 days – US $ 100.00 for 90 days single/multiple entry.
  3. Yang perlu dibawa
    Check iklim dah suhu udara untuk kota yang ingin kita singgahi di Nepal, untuk Kathmandu sendiri siang hari bekisar antara 18-22C sedangkan malam menjelang pagi, suhu bisa turun sampai bekisar 7-10C, so bawa jaket yang agak tebelan ya. Oya jangan lupa, Kathmandu adalah kota yang berada diatas ketinggian 1400m diatas permukaan laut.
    Oksigen disini labih tipis dari Indonesia, jadi untuk yang punya penyakit asma atau pernapasan disarankan hati-hati, belilah oksigen tabung kecil setibanya di Kathmandu untuk jaga-jaga .
    Pas ane tiba di Kathmandu, ane malah nggak keluar hotel 1 hari satu malam, karena harus menyesuaikan diri dengan kondisi iklim dan udara di sini. Disamping kadar oksigen yang tipis, suhu yang ekstrim, ditambah lagi “debu” yang berkabut, kota kathmandu adalah kota yang berdebu, kata orang lokal, hal ini disebabkan oleh pembangunan kota yang sedang berlangsung.
  4. Stay
    Untuk backpacker mania, stay di hotel murah adalah keniscayaan. Hotel yang murah meriah banyak tersedia di kathmandu, khususnya di daerah Thamel.
    Thamel adalah distrik di Kathmandu yang merupakan tempat favorit para turis khususnya backpaker untuk stay, karena disini banyak penginapan2 murah, spot belanja murah (tradisional market) yang menyediakan banyak ragam suvenir, makanan dan alat hiking.
  5. Mata uang
    Mata uang Nepal adalah rupee, nepali rupee, 1 usd itu sama dengan 10 rupee. Tukarkan rupee di tourist spot seperti di Thamel, disana banyak money changer resmi.
    Ane punya pengalaman penting yang sepertinya harus ane share, pas mau balik ke Indonesia, ane ambil flight yang paling malem, bandara imut-imut Tribhuvan benar-benar padet dan sibuk, dan ane lupa belum menukarkan uang rupee ane ke dolar.
    Di bandara pada saat pemeriksaan, kantong celana ane kena periksa dan mereka menemukan uang nepal ane segepok, mereka bilang local currency is not allowed, wedeh mereka dah siap2 introgasi ane nih, ane bilang allright i will change it to USD, and will be back here. Ane ambel tas dan jalan ke luar cari money changer yang ane nggak yakin masih buka, yang penting ane harus tegar, gertak dulu, urusan belakangan, hehehe jangan sampai malah diintograsi macem-macem. Eh habis ane jalan menjauh ada officer imigrasi yang ngikutin ane, dia mencoba menawarkan bantuan, dengan memberikan sejumlah uang saya boleh bawa uang nepal tersebut. Karena ane nggak yakin masih ada Money Changer yang buka atau tidak, akhirnya ane terlibat nego2 fee of undertable money, hehehe, mula2 mereka minta 300rb, ane tawar 100rb sambil pura2 jalan terus, akhirnya mereka setuju, ane kasih ke mereka sambil ane bilang, tapi syaratnya ane harus ngga diperiksa2 lagi oleh mesin detector dan officer-office lain lho, dan dia setuju. Benar aja, pas lewat pemeriksaan ane mau diperiksa, officer yang mendadak jadi akrab tadi memberikan isyarat dan??? bak ibarat pejabat kedutaan atau semacam agen FBI gitu, ane membaypass antrian yang panjang dan jalan ke dalam tanpa diperiksa lagi, orang2 yg dalam antrian sampe melototin ane. wtf?? itu mungkin pikiran mereka.
    Oiya untuk uang Nepalnya saat ini masi ane simpan karena nggak laku di money changer manapun di indonesia bahkan di singapur, jika temen2 tahu tempat dimana bisa tukar nepali rupee, atau mau beli ke saya, silahkan tinggalkan comment.
  6. Transportasi
    Tansportasi utama adalah taksi, taksi disini jelek-jelek, tapi enaknya masih pakai argo. Pernah ane naik taksi joknya udah rusak dan ditutup sama karpet. Semua taksi non AC dan nggak usah khawatir panas karena suhu diluar lebih dingin dari AC, tapi debu diluar jadi masuk ke dalam.
    bensin disini mahal, jalan aspal disini jarang, karena aspal dan bensin mereka import dari India. Kendaraaan roda dua juga banyak import dari india.
  7. Makanan
    Makanan asli nepal seperti makanan India, nasi panjang-panjang dan kari-karian, kadang-kadang merka tambahkan yogurt asin dan semacam kripik kebab. Fried rice model sini mirip seperti nasi kebuli atau nasi arab.
    Untuk makanan modern seperi KFC, japanese food, steak dll, juga ada di daerah Thamel. Kalo yang cocok dengan lidah Indonesia menurut saya adalah japanese foodnya.
    Untuk muslim nyari makanan berlabel halal agak susah, tapi di daerah Thamel, coba muter-muter atau cari di google map, beberapa restoran halal atau vegetarian restaurant banyak yang bisa kita temukan disana.
    Jangan sekali-kali pesan daging sapi, karena sapi disana dianggap hewan sakral, sapi adalah ibu mereka, Dan siapa yang mau kalau ibunya dipesan di restoran? yakan?
    Beberapa restoran saya amati masih menyediakan menu beef, khususnya untuk menarik minat turis, tapi kata temen saya, yang disajikan nanti beef itu bukan daging sapi, tapi daging kerbau, beef is buff, buffalo.
  8. Tourism spot
    Temple (stupa), yang wajib dikunjungi di Nepal adalah pertama Stupa, banyak stupa-stupa yang bagus di Kathmandu, turis lokal dan mancanegara banyak berkunjung ke Stupa, beberapa stupa ada di tempat yang cukup tinggi sehingga memiliki view yang sangat bagus dari atasnya.
    Bhaktapur (old town), adalah kota tua dengan bangunan-bangunan kuno yang exsentrik, walapun letaknya agak jauh dari Kathmandu, tapi sangat rekomended untuk dikunjungi. Di Bhaktapur kita bisa melihat tempat sakral yang digunakan untuk upacara-upacara agama Hindu Nepal, salah satunya yang terkenal adalah upacara penyembelihan kerbau. Kerbau yang dikorbankan bukan hanya puluhan tapi sampai ratusan ribu untuk sekali ceremony.
    Pas ane ke Bhaktapur dan masuk ke salah satu stupa, bisa disebut center of the placenyaBhaktapur, dimana tempat tersebut adalah tempat penyembelihan/persembahan hewan-hewan yang dikurbankan, ane merasakan hawa supranatural yang cukup tinggi, ada semacam kekuatan mistis yang tidak bisa dijelaskan dengan tulisan blog, yang cukup dasyat tersembunyi di tempat tersebut, Ane sempat beberapa menit bermeditasi sambil berdzikir kepada Alloh untuk dibukakan mata batin ane, dibukakan indra keenam untuk menguak mahluk jenis apakah yang berkeliaraan di sekitar ane seolah2 mengawasi gerak gerik ane dari tadi sebelum masuk pintu gerbang yang ada tulisannya “only for Hindu”.
    Setelah beberapa menit meditasi ane buka mata ane dan hasilnya sungguh diluar dugaan, saya melihat sosok tinggi besar hitam yang berbicara aneh, sosok itu mendekat ke saya yang masih linglung karena bingung, semakin dekat semakin dekat seolah-olah mencoba meraih pundak saya, kemudian sosok itu bersuara “ come on friend, let’s move”, ahh… ternyata dia teman Nepal ane hehehehe.
    Everest, Kebetulan temen ane yang ane ceritain tadi, yang tinggi besar, dia adalah owner dari ISP terkenal di Nepal, yaitu “Everest Link, Internet on the Track”, dia mengajak ane untuk naik ke Everest, tapi tentu nggak dipuncaknya lah, lagian persiapan harus matang baik dari segi ketahanan fisik dan mental. Kami hanya pergi ke Nagarkot, sebuah pegunungan kecil dekat nepal, di tempat tersebut juga bisa ditemukan salju pada musim2 tertentu, dan dari Nagarkot kita bisa menikmati pemandangan puncak everest yang selalu diliputi salju yang indah.
    Kami menginap di Nagarkot 1 malam udaranya disini lebih dingin dari kathmandu, menjelang pagi tempat tidur ane dah berasa kayak kolam renang aja dinginnya, selimut tebal plus sarung tidak mempan untuk membendung kedinginnan ane, mungkin lain kali ane perlu bawa slimut ane yang paling lembut dan hangat, yaitu istri ane, hueueueu

R

9 Replies to “Delapan Hal yang Perlu Diketahui Tentang Nepal”

  1. Mas, Saya minat untuk tukar Nepal rupee nya, kebetulan juli ini saya mau kesana.
    Info kontak ya mas.
    Terima kasih,
    Hadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *