Bidadari itu aku!!

Bidadari itu aku !!

Terjaga, terhenyak dari tidur yg belum lama
hari sudah sepertiga malam

Tiap kali…
dalam sujud, dalam gumam doa’ku..
kau selalu hadir, dan berkata
bidadari itu aku…

dingin mengambil kesempatan rumit ini
menyeruak menusuk tulang dibalik baju

ijinkan aku membisu sebentar…

aku tau, tanpa engkau perlu mengatakanya padaku
aku selalu bilang begitu padamu

kulipat sajadah dari ujung depan kebelakang
seperti layaknya menutup laptop

kembali ku ketik puisi yang tak kan pernah selesai untuk diketik

dalam hening malamMU
kau, hadir dengan isak tangis
mencoba berbagi cerita
bukan kamu yg seharusnya menangis tapi aku

kamu bertanya apa yg membuatku tidak ikhlas?

baiklah, akan ku jawab
kamu pernah bilang setiap orang punya harapan dan impian
iklaskah kamu melepaskanya?

sudah, jangan berkata lagi
biarkan hati ini bertasbih,
di sisa-sisa malam, menjelang subuh

sayup-sayup terdengar ayat ini dilantunkan berulang-ulang:
Fabi ayi alai rabbikuma tukaz ziban (QS 55:13,16,18…)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Semarang,(dua jam lalu taggal) 3 Februari ’07

Kumpulan puisi, sebagian besar ku tulis sendiri dan ada beberapa yg digubah dari kumpulan penyair cyber, silahkan di Download