Archive for the 'cerita' Category

Thu
Apr
12

Polandia part 1


Siapa sangka aku akan menginjakkan kaki disebuah negara yang hanya aku kenal sejak SD bahwa benderanya adalah seperti bendera Indonesia yang terbaik.

Berawal dari tugas yang diberikan mas Dedi Gunawan dari id-networkers agar aku ujian sertifikasi MikroTik training for trainer yang tahun ini dilaksanakan bertepatan dengan event MikroTik User Meeting (MUM) yang diadakan di Warsaw, Poland.

Dari persiapan paspor, booking tiket pesawat, bayar registration fee, hingga tempat penginapan yang harus dilakukan jauh-jauh hari. Ditambah home asigment yang harus dikerjakan sebelum dipersentasikan nantinya dihadapan instruktur serta peserta training lainnya.

Berangkat naik kereta ke jakarta, nginep dulu di kos lama untuk ambil visa di kantor slipi. Pas menuju ke bandara soeta, damt! damri yang kunaiki terjebak macet di tol arah bandara karena ada kecelakaan. Sebenarnya nggak telat sih, pas sampai bandara pas boarding time, tapi checkin udah tutup karena penerbangan internasional nggak bisa mepet.

Wal hasil ke counternya Lion untuk tuker tiket penerbangan berikutnya yang selisih 1 jam, ngga papa lah yg penting masih ada waktu transit saat di Singapure untuk lanjut penerbangan memakai Finair. Karena aku memakai maskapai Finair maka rute penerbangan ke Poland adalah Jkt-Singapure-Finlandia-Poland, total 16jam.

Ada kejadian tidak mengenakkan ketika boarding di changi airport, dimana petugas imigrasinya orang India, mentang-mentang tampangku Asia sendiri diantara bule-bule yg mau naik pesawat, urusan pemeriksaan passport & visaku lama, ditanyain macem petugas kedutaan aja, sampai mana undangan, aku bilang ga ada, tuh di web resminya kalau mau liat. Ditanya berapa hari disana, ngapain aja, sampai sekitar 10 menit dimana penumpang2 lain udah pada masuk ruang boarding. Pertama kali 12jam ada di pesawat biasa aja sih tinggal tidur aja, bangun untuk makan malem dan sarapan ala menu pesawat.

Sampai di Finlandia pagi dengan perbedaan waktu -6jam dari WIB, jadi hari itu siang hari aku harus mengalami 6jam lebih panjang. Rehat bentar nyari charger sebelum lanjut penerbangan berikutnya ke Warsaw.

Sampai di Bandara Fradiric Choppin, Warsaw, Poland masih jam 8 pagi, dimana penginepanku, hostel helvitia, sesuai aturan pemesanan, baru bisa checkin jam 3 sore, yaudah yg penting nyampe penginepanya dulu. Sesuai informasi yg didapat dari official web hostel, dari bandara ane naik bis, yang tiketnya dibeli dulu di kios2 deket tempat2 pemberhentian, setelah naik, tiket tersebut tinggal dimasukkan semacam alat didalam bus untuk divalidasi. Harga sekali jalan adalah 3,6Zl (zloty, mata uang poland) atau sekitar 10rb rupiah. Sebagai negara eropa harusnya polandia sudah memakai euro, tapi mereka tidak ingin meninggalkan mata uang zloty karena takut terjadi inflasi. Jadi dari Indonesia aku bawa uero, kemudian ditukar dengan zloty di bandara internasional poland.

Sampet kebablasan 1 halte saat turun, karena aku bingung dengan nama halte yg berbeda dengan catatanku, dicatatanku harusnya aku turun di halte Universitet, tapi adanya Universitet2, setelah kelewatan baru aku nanya salah satu penumpang “you should go down at that station”, walah akhirnya kau turun di stasiun berikutnya yg kira-kira berjarak 100m dari stasiun sebelumnya.

Di Poland mah enak, mau jalan jauh juga ngga begitu capek & kringetan, soalnya udaranya brr…dingin.

Alhamdulillah, segala syukur buatmu ya Alloh. Dulu bermimpipun nggak berani buat menginjakkan kaki di daratan Eropa. Tapi aku percaya man jadda wa jada, semua tidak ada yang tidak mungkin jika engkau meminta kapada Dia yang Maha Mengabulkan Doa.

R

Mon
Mar
26

Membuat Visa Poland / Schengen Area


Untuk mendapatkan visa Poland memang agak susah, karena visa Poland merupakan jenis visa Schengen dimana dengan 1 visa kita bisa bebas keluar masuk ke seluruh negara Eropa. Selain itu minimnya informasi yang beredar di internet serta kesimpang siurannya karena entah itu dihembuskan oleh calo2, atau memang pengurusan oleh biro perjalanan yg sedikit bisa berbeda.
Valid & useful information tentu dapat diperolah dari situs resminya kedutaan poland di Jakarta http://www.jakarta.polemb.net , aku juga menghubungi salah satu no telepon disitu untuk make sure apakah syarat dan ketentuan di web itu masih berlaku/uptodate mengingat tanggal posting yg sudah begitu lama. Namun berdasarkan informasi via staff kedutaan yg aku telpon semua informasi masih valid.

  1. Download form aplikasi pengajuan visa disini.
  2. Pass foto khusus visa ukuran 3,5×4,5cm berbaground putih dengan 80% wajah (bilang aja ke tukang fotonya kebanyakan mereka tau).
  3. Passport (original + copy) valid at least 3 month longer than the date of leaving Poland.
  4. Copy rekening bank, tergantung berapa hari kita akan berkunjung di poland, minimal saldo (30€/hari),jadi kalau misal 10 hari ya saldo minimal 300€, atau 3,6jt-an, dilebihin dikitlah biar aman.
  5. Copy confirmed tiket pulang-pergi (karena ini nanti sebagai dasar mereka nerbitin kapan visa berlaku dan berakhir), oiya nyari tiket pesawat termurah bisa lewat www.skyscanner.co.id.
  6. Copy booking hotel 9booking aja lewat booking.com, yg free cancelation pake kartu kredit, nanti kalo udah visanya approved, bisa dicancel dan nyari lagi yg lebih murah.
  7. Apabila poin 6 tidak ada sebagai gantinya adalah letter of invitation from the Polish host, registered by the Polish regional authority (official invitation)/ harus punya kenalan disana buat ngurusin surat ini.
  8. Travel insurance valid for the period of stay in Poland/Schengen area, coverage at least 30,000€ / biaya pertanggungan 50jt. Ini bisa pake produk travel savenya asuransi ACA, sebagai gambaran untuk premi segitu untuk 7 hari aku beli sekitar 300rb.
  9. Mentransfer biaya pembuatan visa ke rekening kedutaan poland sebesar Rp 722,000,- rekeningnya dapat dilihat di sini, lampirkan tanda bukti transfer.
  10. Dokumen-dokumen pendukung yang sekiranya perlu untuk penguatan argumen jika kita ditanya-tanya mau ngapain disana, misal berlibur ya sertakan agenda, tujuan, atau vocer liburan. Kalo aku training ya sertakan bukti pembayaran training, acara training dan tempat training.

Semua dokumen tersebut kita bawa sendiri karena kemungkinan akan diinterview langsung oleh konsulat  jika ada hal-hal yang ingin mereka klarifikasi, alamat kedutaan Poland di Kuningan Timur, kalau naik Busway turun aja di halte kuningan timur, atau nyebrang dari halte kuningan barat, dan jalan kaki sekitar 50m.
Datang pada waktu hari konsulat buka yaitu Selasa, Kamis dan Jum’at dan jangan terlalu pagi, karena urusan visa baru dilayani sekitar jam 9-an s/d jam 12 .
Pada waktu submit dokumen ke staffnya (orang indonesia), aku suruh nunggu karena ada yg harus diklarifikasi oleh konsulat. Setelah beberapa menit nunggu diruangan yg mirip meja direktur, muncul consulat orang poland, salam-salam, nanya jadwal dan keperluan ke poland mau ngapain, aku bilang mau training dan seminar. Kok ngga ada undangannya? katanya. Nggak itu cuma register, bayar dan datang aja, ngga ada undangan, jadwal training, materi training venue dan penyelenggara training semua aku print dari webnya, jadi sembari menjelaskan dia bisa sambil liat-liat datanya.
Akhirnya dia mencatat hal-hal yg detail aku sampaikan, aku bilang apakah udah cukup, acceptable? dia bilang let see, next 10 days I will call you.

Sepuluh hari menunggu belum ada telpon, akhirnya aku inisiatif menanyakan via telpon ke kedutaan, dan alhamdulillah visaku ternyata sudah jadi dari kemarinnya dan aku ngga ditelpon, walah!

Mon
Mar
26

Membuat Pasport di Imigrasi Semarang


Ini pertama kali aku keluar negeri. Aku buat pasport di Semarang, memakai KTP purworejo tentunya karena waktu itu belum ngurus pindah KK. Cari informasi kesana kemari tentang bagaimana mengurus passport dan apa syaratnya. Baca di web resmi imigrasi, bisa apply via online dengan mengisi form online dan melampirkan scan2 dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, KK, Akte kelahiran (akte bisa diganti dengan ijasah terakhir), dan surat nikah apabila sudah menikah. Setelah semua dokumen diupload dan disubmit, kita akan akan menerima semacam tanda terima online yang harus diprint untuk nanti dibawa ke kantor imigrasi.

Aku datang ke imigrasi pagi-pagi sekitar jam 8, di daerah Jl Siliwangi. Disana sudah ada beberapa orang menunggu walaupun pelayanan baru mulai buka. Yang perlu disiapkan adalah:

1.Beli map dan formulir permohonan passpor serta materai di koperasi kantor imigrasi (total 16rb-an lah)
2.Melampirkan berkas asli dan foto kopi identitas diri, antara lain ;
- Kartu Tanda Penduduk (KTP);
- Akte Kelahiran (KK) atau Ijazah terakhir atau keduanya biar aman.
- Surat Kawin/Akte Nikah bagi yang telah menikah.
NB: disini aku yg sebelumnya telah melakukan permohonan passport secara online ternyata ngga jauh beda sama yg langsung.

Setalah dokumen semua disubmit ke loket pertama, kita harus menunggu antrian untuk pembayaran di loket satunya lagi, biayanya sekitar Rp 248rb-an.
Kita akan menerima kwitansi pulang, 2 hari lagi kita akan foto, rekam sidik jari dan interview.

Namun karena ada teman istriku yg kerja di imigrasi, aku diperbolehkan langsung foto walaupun tetep ikut ngantri sampai sore.

Lima hari kerja berikutnya passport sudah bisa diambil di loket pengambilan passport (dilayani setelah jam makan siang)

Fri
Jul
1

Our Wedding


Aku akan segera bersaksi didepan Al-quran, mukena dan sajadah yang terlipat rapi, yang kelak nanti kau hamparkan sajadah itu, hingga engkau dapat mendoakanku setiap malam diatasnya. Dengan kalimat sederhana akan kupindahkan cintaku dalam ikatan yang abadi.

akhirnya aku menikah juga dengan wanita pilihanku, setelah hampir 3 tahun kita saling mengenal. Website undangan pernikahan kami adalah http://wed.indonesiacyber.net
tepat tanggal 18 Juni 2011 kemarin, ijab qobul sekaligus resepsi di gelar di Gedung Diklat Propinsi Jawa Tengah, Srondol, Semarang.
Disaksikan dan dihadiri saudara2ku dan istriku, teman dan rekan ayah & mamah mertuaku, serta tetangga2 dan saudara dari Purworejo.
Alhamdulillah acara berjalan lancar tanpa ada halangan suatu apapun. Sempat ada insiden lucu saat pengucapan ijab qobul dimana ayah mertuaku beberapa kali salah ucap, dan mengucapkah “syah!!?” dengan keras sebelum ijabnya ku jawab, yang seharusnya pertanyaan “syahh!!??” itu ditanyakan oleh pengulu ke saksi, bukan ayah mertua / wali yang mengatakannya. Hehehe… sontak para hadirin di masjid tempat resepsi tertawa tergelak2. Mungkin karena kondisi ayah mertua saat itu masih ngantuk karena semalaman kurang tidur.

Habis resepsi di semarang, kita menginap sebentar di sebuah hotel di Semarang, setelah itu bersama keluarga istri menuju Purworejo untuk acara ngunduh mantu.
Alhamdulillah acara ngunduh mantupun berjalan lancar, walaupun waktu itu acara molor karena menunggu keluarga istri yang dari Tasik, Wak Jajang, yang dari Tasik harusnya sebagai juru bicara pihak istri diacara ngunduh mantu diwakilkan ke salah satu person pihak Purworejo, dimana penyampaianna menggunakan bahasa jawa kromo, hahaha, dan ayah mertua saya dengan senyum-senyum ngikut aja tanpa tahu artinya apa yg diucapkan oleh jurubicara tersebut.

Kami (aku dan istri) tinggal di rumah Ibu Purworejo untuk beberaa hari, rencana istri yang kepingin ngajak jalan2 ke Jogja terpaksa pending karena aku sakit masuk angin dan dikerokkin oleh Ibu (istri gak tega ngerokin sampai merah2, hahaha…)

Beberapa hari di Purworejo, kami harus membagi waktu untuk ke Tasikmalaya, untuk silatuahmi ke Nenek dan keluarga besar istriku. Perjalanan Kutoarjo – Tasik via bus sungguh melelahkan, karena kita kehabisan tiket kereta. Kurang lebih 7 jam perjalanan akhirnya kami menginjakkan kaki di tanah kelahiran istriku. Alhamdulillah semua keluarga disana welcome, apalagi di depan rumah nenek ada empang buat mancing ikan, asyiknya mancing dapat ikan bawal gede-gede yang kemudian dibakar rame-rame malemnya sambil gelar tiker di depan rumah.

Dari Tasik, kami menuju Jakarta naik Cipaganti transit di Bandung. Jadi cuti libur nikah kami habiskan untuk jalan-jalan silaturahmi ke saudara-saudara.

 

Fri
Feb
25

Memperbaiki USB 2.0 File Transfer yang Lambat pada Windows XP


FlashDisk/USB drive dapat dioptimalkan dalam 2 cara, seting defaultnya adalah untuk “Quick Removal” namun dapat dirubah menjadi mode “Performance” untuk meningkatkan kecepatan transfer data. Jika flashdisk dalam mode “Quick Removal” maka kecepatan transfer data akan berkurang.
Untuk mengoptimalkan kinerja (transfer data) flashdisk, mengunakan langkah2 sebaai berikut:
1. Klik kanan pada drive USB dan sifat pilih
2. Pilih tab Hardware
3. Dalam All Drive Disk, pilih USB drive dan pilih Properties
4. Pilih tab Policies dan pilih Optimize untuk kinerja.
5. Tekan OK dua kali, dan kecepatan transfer flashdisk pasti meningkat

Perhatikan bahwa ketika flasdisk anda dioptimalkan dalam mode “Performance” kita harus menggunakan ikon Safely Remove Hardware di taskbar untuk mengeluarkan drive – jika tidak, akan menyebabkan resiko kerusakan data.

Mon
Dec
20

TRON : Legacy, Action Keren Dalam Balutan High 3D


TRON : Legacy merupakan sebuah film apik berteknologi 3D yang berlatar-belakang pada sebuah dunia digital yang belum pernah ada sebelumnya.

Menceritakan tentang Sam Flynn (Garrett Hedlund), seorang pemuda selalu dihantui oleh misteri menghilangnya sang ayah, Kevin Flynn (Jeff Bridges) yang notabene adalah seorang penemu/programer video game terkemuka di jamannya.
Saat dia mencari tau keberadaan ayahnya, dia tidak sengaja mengaktifkan program laser yang menyebabkan dirinya terhisap menuju dunia digital yang ternyata selama ini telah mengurung ayahnya Kevin Flynn selama 20 tahun. Disana kode2 program berwujud manusia-manusia normal yang berkoloni dan memiliki bio-digital DNA berbeda2.

Kini bersama dengan ayahnya dan juga bantuan dari seorang manusia yang merupakan jelmaan program unik, Quorra (Olivia Wilde), Sam berusaha mencari jalan untuk keluar dari dunia digital yang sesungguhnya dibangun oleh Ayahnya.

Dunia yang kini telah berubah dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu, mulai kendaraan, senjata bahkan sampai dataran yang belum penah mereka bayangkan sebelumnya.

Belum lagi munculnya beberapa musuh yang mencoba untuk mencegah usaha pelarian mereka ini.

Film ini menampilkan adegan action keren dalam balutan high 3D, disertai efek-efek visual neon yang bertebaran dimana-mana. Sungguh memberikan kesan film yang layak ditonton setelah sequel film pertamanya yang di putar 28 tahun yang lalu.
Buat para geek, maniak game dan programer layak nonton film ini, dalam beberapa adegan ditampakkan bagaimana mengoperasikan console unix/linux.