Activating Your Adversity Quotient

Adversity Quotient adalah kecerdasan yang muncul karena tekanan, kesulitan dan penderitaan.

Faktor penentu kesuksesan tidak hanya kercerdasan intelektual dan emosional saja. “Jauh lebih penting mengetahui, bagaimana menghadapi hal-hal yang negatif (kesulitan) daripada menghadapi hal2 yg positif (menyenangkan).

Ada rumus menghadapi kesulitan dilihat dari sisi kita

E + R =O

E=Event
R=Respon (asalnya dari kita)
O=Sasaran/hasil/tujuan

Peristiwa tidaklah penting, tetapi RESPON kita atas peristiwa tersebut adalah segala-galanya dan menentukan masa depan.

Orang yang merespon kesulitan atau masalah sebagai suatu yg berlangsung lama dan berlarut-larut, dan diluar kendali, mereka akan menderita.

Orang yang merespon kesulitan sebagai suatu yang pasti cepat, terbatas dan external dan berada dalam kendali, mereka akan bangkit dan berkembang.

Respon seseorang terhadap kesulitan mempengaruhi semua segi efektifitas kerja dan kesuksesan.

Saya tidak membagi dunia ini menjadi yang lemah dan yang kuat, atau yang sukses dan yang gagal. Saya membagi dunia menjadi pembelajar dan non pembelajar (Benyamin Barber, Sosiolog)

Belajar duduk, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, mendengar, bicara, membaca, menulis, naik sepeda. Semua dialkukan berulang-ulang, tidak mempersoalkan cerdas dan berbakat atau tidak, melalui proses yang tak kenal menyerah dengan satu target SAMPAI BISA.

NB: saya tulis dari materi motivasi yg disampaikan Andreas Harefa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *