Fri
Jul
17

Racun itu bernama Bicycle



Ide membeli sepeda sebenarnya dari Mas Dedi, kalo aku sih sebenarnya belum begitu tertarik, disamping nanti dikira mempoligami si vixi, juga berpikiran kalo namanya sepeda itu ya seperti sepeda pada umumnya yang asal bisa dionthel aja. Setelah browsing-browsing lihat macam macam merek sepeda unggulan seperti united & polygon, lama kelamaan kok jadi tertarik, apalagi dulu pernah ikut club sepeda di Solo menuruni gunung merbabu menggunakan sepeda downhill pinjeman club tersebut.

Sempat juga ke PRJ untuk melihat-lihat model-model sepeda secara live untuk memperaoleh gambaran, jenis dan merek apa yang ingin dibeli. Sebenarnya dari awal kepingin punya yang jenis full suspension seperti Polygon jenis Tango, atau United Command. Namun setelah kita pergi ke HTH, toko grosir di kawasan Jatinegara. lihat-lihat sekalian konsultasi gratis dengan pakar sepeda dan dengan mempertimbangkan alokasi budget opex 2009 ini, maka aku dan Mas Dedi memutuskan membeli yang ber-suspensi depan saja, karena kalo + suspensi belakang, berat untuk di-gowes di jalanan datar.

Pilih-memilih akhirnya jatuhlah ke United Miyabi Miyami, dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:

Frame            :MTB 26″ Alloy 400 MM
Fork               :Zoom, MTB Susp 26″
H/Parts           :Steel/Alloy Intergrated
C/Wheel         :Shimano FC-M151
Caliper F         :P romax, Alloy Mechanical Type
BRK R             :Alloy V-Brake
Disc BRK F       :P romax, Stainless Steel
F/Derail           :Shimano FD-C050
R/Derail           :Shimano RD-M310L
SFT/LVR          :Shimano ST-EF60, Alloy Shifter 21 Speeds
RIM                 :Alloy 26″
Free Wheel      :Shimano MF-TZ31
Tue
Jul
7

ABUJA (Asal Bukan Jakarta)



Sejak Cawang/UKI ditutup untuk bus-bus antar kota dan semua transit penumpang dipindahkan ke Terminal Kampung Rambutan, kemarin saya berangkat dari Jakarta Pusat ke Purwakarta ditempuh salam waktu 4 jam.

Berangkat dari Sarinah jam 10 pagi, nunggu sebentar untuk cari metromini atau kopaja Tanah Abang-Kampung Rambutan tidak dateng-dateng juga. Akhirnya jam 11 memutuskan  untuk naik Busway, disamping ngadem, bersih dan anti macet, secara hari itu ada kampanye putaran terakhir SBY-Budiyono di Gelora Bung Karno tentunya jalanan dijamin macet.

Kalau naik busway dari Sarinah mau ke Kampung Rambutan harus transit beberapa kali; di Dukuh Atas, Matraman, dan Kampung Melayu, baru ke Kampung Rambutan, karena tidak bisa lagi turun di UKI . Paling menyebalkan adalah jalan dari Kampung Melayu ke Kampung Rambutan, lewat pasar Kramat Jati yang crowded, menyebabkan jalannya busway lelet dan empot-empotan kayak uler, sampai di Terminal jam 1 siang, wat de hell? 2 jam hanya untuk sampai terminal?

Pulangnya juga sama, malah lebih parah, menunggu busway di halte Kampung Rambutan aja setengah jam lebih baru dateng, trus jalan lewat pasar kramat jati semrawut buanget deh, pol-pol itu buswe’ jalan 20km/jam, pas di Halte Kampung Melayu nunggu tuh Buswe’ suk sampai 1 jam. Sampai-sampai ada bapak-bapak disebelahku uring-uringan emosi sendiri.

Buat kalian-kalian yang nyari kerjaan atawa tempat cari makan kalo bisa jangan di Jakarta deh, kota semrawut dijamin bikin stress. Apalagi ditambah harga kebutuhan dan properties selangit tak terjangkau akal manusia yang bergaji standar dan stagnan.
Dinegara-negara lain, ibu kota dibangun sedemikian rupa agar nyaman disinggahi dan ditempati, karena ibu kota adalah “wajah” meet & great lah istilahnya, yang pertama dilihat oleh turis-turis asing, sehingga memiliki kesan baik. Tapi di Jakarta jauh dari itu, bukanya perbaikan malah semakin parah.

Ironis, di pedesaan suasana asri, sejuk, airnya jernih dan tenang tapi harga tanah & properties murah meriah. Di jakarta, udah sumpek, macet, kotor, bising, macet, tapi harga tanah dan properties tak terjangkau akal manuasia bergaji standar seperti saya.

Thu
Jul
2

H-P-B-D



Hari dimana Ibu melahirkan kita kedunia dengan 2 pilihan, hidup atau mati, begitu mulia perjuangannya, sehingga ketia dia meninggal saat melahirkan, maka masuklah dalam golongan syahid.

———————-

Wish list 1 tahun kedepan:

Kategori non barang:
1. Merit with her (insyaAlloh).
2. Dipindah dari Jakarta ke Semarang (hehehe, jadi wishlist deh) T.T
3. Punya rumah sendiri.
4. Punya bisnis sampingan.

Kategori barang:
1. Macbook Air, (atau macbook pro juga rela deh).
2. Nintendo Wii.
3. Blackberry tapi yang Storm ya!.
4. Yamaha YZF-R6 modif dari v-xion bisa ngga ya T.T

Dah pokoknya kalau mau ngado kategori barang aja, dan seperti yang saya sebutkan diatas, terimakasih…

Sun
Jun
28

Alasan Memilih Yamaha V-ixion




Sudah sekitar 4 bulan aku menunggangi vixion merah marun, selama itu juga aku merasa yaman dan puas. Dari dulu memiliki motor semi-sport adalah impianku, tapi dengan komitmen harus bisa membeli dengan hasil keringat sendiri.

Setelah dipindah tugaskan ke jantung kota Indonesia ini, otomatis aku meninggalkan tunggangan supra H5503RW yang sudah menemaniku kurang lebih selama 5 tahun sejak kuliah dan bekerja di Semarang, saat berencana membeli motor untuk free mobile di Jakarta sempat terlintas beberapa option:
1. Honda CBR.
2. Honda City Sport.
3. Suzuki Sartria.
4. Yamaha MX
5. Yamaha Vixion
6. Bajaj Pulsar
Setelah melakukan tapabrata didepan Laptop selama beberapa minggu, dan dengan membaca kitab kuno Google, akhirnya memutuskan untuk memilih Yamaha Vixion, dengan beberapa justifikasi:
-Honda CBR saya coret karena terlalu mahal untuk seukuran motor daily-ride, dengan mengeliminasi option ini, tentunya aku akan berhemat budget beberapa juta untuk dialokasikan ke kebutuhan lain, sempat terlintas pula untuk beli Honda Tiger, tapi kurang sreg dari segi body yang terlalu gambot, dan masih menggunakan teknologi konvensional.
-Yamaha MX, Honda City Sport 1 dan Satria sempat menjadi impian, karena terkesan garang dan “underbone”, terutama Suzuki Satria, namun menurutku tanggung kalo beli motor jenis ini, karena dengan menambah budget beberapa juta sudah dapat motor “cowok”.
-Bajaj Pulsar, hmmm, ini lumayan membuat bingung, pertandingan brain storming pemilihan motor di otakku akhirnya didominasi antara Vixion vs Bajaj, dua motor yang sama-sama memiliki body sporty trendy dan teknologi yang canggih. Dari kitab Algoogle diketahui perbandingan2 itu antara lain : Body Vixion dengan monoshock-deltabox khas motor balap versus Bajaj dengan digital speedometer-sporty fighter body.
Teknologi pembakaran Vixion yang Injection versus DTSI milik bajaj, apalagi bajaj yang dilepas ke pasaran dengan harga miring. Dan akhirnya aku memilih Yamaha Vixion daripada Bajaj, karena selain dari segi tampilan lebih cocok dan modifikationable, saat ini merek Yamaha juga sedang naik daun.

Walaupun saat membeli Vixion ada kendala yang cukup mengganggu akhirnya kesampaian untuk bisa menungganginya.

Sun
Apr
19

Paris Van Java



Tiga hari dapat tugas training Wirelees Network – WALKair di Bandung, kita ada sekitar 10 orang, kebanyakan pesrta dari anak-anak post sales dan provisioning, saia sendiri yang dari procurement, yang untungnya dulu pernah berkecimpung dibidang transmisi saat di Div Local Network. Jadi materi yang sekiranya cukup njlimet masih bisa kucerna dan menjadi menarik.

Di kota kembang ini sepertinya kurang afdol kalo nggak jalan-jalan, belanja dan wisata kuliner, tiap malam kita beredar menikmati suasana malam, cirikhas kota yang ideal, rame tapi tidak macet, modern tapi mempertahankan arsitektur gedung jaman jadoel, orang2 pribumi yang stylish tapi tetap ramah.

Untuk urusan kuliner, hari pertama kita mencoba makan malam di D’Palm sebuah restoran masakan sunda, menu andalan disini adalah gurami bakar dan asem manis, untuk urusan rasa menurutku kurang nendang, nilai plus restoran ini adalah viewnya yg nyaman dan asri, dikelilingi oleh kolam dangkal berisi puluhan ikan koi jinak berukuran jumbo yang bisa kita kasih makan.

Hari kedua kita meluncur untuk makan malam ke Sajian Sambara disini masakan lumayan lengkap dan enak, sistemnya prasmanan, menunya macem2 banget, sambelnya juga lengkap. Kekurangannya adalah pesen minum yang susah dan lama, dan lagi terlalu rame karena banyak pengunjung, sehingga musik sunda sebagai backgront kalah oleh hiruk pikuk orang makan.

Berikutnya hari terakhir kita makan siang di Cafe Halaman . Restoran modern, viewnya lumayan asri, pelayannanya juga bagus. Menu-menu steak, cumi goreng tepung, chicken wing dan sop iga, patut diacungi jempol, ditambah minuman yang beraneka ragam, saia sampai kenyang banget makan disini, hahaha.

Untuk urusan belanja, silahkan menjelajah di factory outlet disepanjang jalan ParisVanJava, barangnya lengkap, bagus2 dan harganya bersaing, surga belanja bagi wanita. Keunikan khas dari Factory Outlet (FO) di sini khususnya di daerah cwalk (bener gak tuh nulisnya) adalah mereka tidak segan2 menarik perhatian pembeli dengan memajang patung2 tokoh2 film seperti Xman, Superman, Spiderman, Rambo, Tarzan dll, kebanyakan para tourism tertarik untuk berfoto dan bernarsis ria didepan toko tersebut sambil berbelanja atau tanpa berbelanja.

Tue
Apr
7

Fashion Your Firefox



Sekarang ada fitur baru dari firefox buat ganti-ganti baju secara cepat, tidak seperti fitur theme yang harus donwload dulu baru dipasang, fitur yang diberi bandrol “Personas” ini mirip dengan punyae’ skin Gmail yang baru-baru ini diluncurkan.

Browser adalah kebutuhan pokok saat berinternet, ibarat samudra tanpa perahu, ibarat petani tanpa cangkul, dan ibarat ropix tanpa ganteng, (halah). Saya pernah memakai berbagai macam jenis browser, dari Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, Google Crome, Qonqueror, Links, links dsb.

Tapi dengan melewati berbagai pengalaman dan ujian, malaikat juga tahu, firefox yang jadi juaranya…

Personas Firefox dapat diunduh secara semena-mena disini

Sat
Apr
4

If you love your job, you never will work a day in your life!



Sabtu-sabtu ngantor nih, maklum kejar setoran sebagai seorang kuli yang berbudi.

Jam 8 sudah mandi, pake baju seadanya dan buru-buru berangkat jalan kaki ke kantor. Karena belum sarapan, beli bubur ayam aja di depan rumah sakit Budi Kemulyaan untuk dimakan nanti di kantor.

Dikantor sepi, lantai sini memang jarang orang lembur, cuma ada beberapa orang rekan dan OB teman ngobrol dan dengan senang hati buatin teh.

Visi dan Misi berangkat ke kantor disaat harusnya nyantai di kos ini adalah sbb: Pertama, karena minggu depan saia ada training selama 3 hari di ITCC Jatiluhur, dimana otomatis tidak bisa mengerjakan kerjaan kantor yg semuanya dikejar deadline. Kedua, adalah karena minggu depan juga libur pemilu dimana saia akan pulang ke Purworejo untuk liburan sementara, agar nantinya tidak ada beban pekerjaan ataupun sekedar diteleponin vendor.

Yah, mudah2an hari ini bisa kelar…

Sat
Mar
14

Yahoo Briefcase



We will be officially closing Yahoo! Briefcase on March 30, 2009. Until then, we are offering you the opportunity to download your files back to your computer. You will need to take action before we close, after which any files remaining on Yahoo! Briefcase will be deleted and no longer accessible.

Salah satu layanan penyimpanan data online milik yahoo akhirnya tutup, adalah yahoo briefcase sebuah media penyimpanan online yang dapat menampung beberapa Mega bit file secara online, tujuanya adalah agar sipemilik file dapat mengambil dari manapun asal ada koneksi internet. Yahoo briefcase menjadi tidak populer lagi dengan beberapa alasan tertentu antara lain; dengan fasilitas email pun kita dapat menyimpan archive file apapun dengan besar beberapa Mega. Kalupun orang ingin menyimpan berkas/file/dokumen secara online pun tidak akan terlalu besar mengingat download dan upload yang pasti akan membutuhkan bandwith besar dan waktu yang lama.

Itu mungkin beberapa alasan mengapa service berkas online yahoo ini ditutup. Dulu waktu kuliah awal-awal mengenal internet aku memang kadang-kadang iseng menyimpan dokumen gambar atau word melalui yahoo briefcase untuk sewaktu-waktu dibuka pada saat ngenet di warnet yang lain.

Thu
Mar
12

Holiday, March 8



Pagi-pagi, bangun subuhan, sempetin baca2 koran sambil minum teh, dimeja sudah ada mendoan anget (di Jakarta sepertinya nggak ada). Bercanda-canda dulu dengan ponakan-ponakan kecil yg lincah sampai jam 11, mandi terus meluncur ke rumah adek sampai sana eh ternyata hujan yaudah ngobrol-ngobrol aja berdua. Sampai-sampai mau makan siang aja beli batagor dan bakso yang lewat didepan rumah.

Habis ashar setelah hujan reda baru kita keluar untuk ke Panti Yatama Al Firdausi, disana tidak lama karena pengurus yayasan (Pak Usman sekeluarga) sedang ke Solo, anak2 juga sepi, ada beberapa yang sedang ngaji.

Habis itu kita memutuskan untuk ngopi-ngopi di Burket Bucket, tapi pas kita naik ke atas..ke tempatnya tuh cafee..sumpek banget deh, dah sempit…bau asep rokok dan ada yang ketawa-ketawa keras banget, bener-bener tidak nyaman. Antara tempat duduk untuk perokok dan bukan perokok tidak dibedakan ataupun di sekat. Akhirnya kita batalin aja bilang sama waitressnya dan pindah ke alternatif tempat ngopi yaitu di warung mi Aceh, masih di bilangan ngesrep-Tembalang.

Kita pesen secangkir kopi aceh dan martabak aceh…martabak aceh ini bentuknya seperti telur dadar, tapi dicampir dengan daun bawang dan acar bawang, rasannya lumayan enak, apalagi ditambah udara sore sehabis hujan :) .

Magrib, kita magriban di Masjid Pangeran Diponegoro, sebelum pulang kita beli martabaknya untuk oleh-oleh yang dirumah.

Wed
Mar
11

Holiday, March 7



Tiket KA sudah aku pesan 1 bulan sebelumnya, pengalaman-pengalaman membuktikan bahwa liburan, mau naik kereta? jangan harap kebagian tiket kalo nggak pesan 1 bulan sebelumnya, ntah sampai kapan PTKAI bisa berbenah memberikan service yg memuaskan dan profesional.

Sampai di Semarang sudah dijemput sama adek, jam 2 siang. Kemudian sholat di masjid Kauman, lunch di Waroeng Steak, trus bablas menuju ke pantai Marina untuk melihat seberapa parahkah abrasi dan rob disana.

Ternyata benar, yang namanya pantai kebanggaan orang Semarang itu benar2 memprihatinkan, hampir tidak bisa disebut pantai, karena memang tidak ada pantai lagi. yang ada hanya talut penahan ombak. Satuhal lagi, pada saat kita enak2 duduk di talut sambil menikmati view kearah laut, kok tiba-tiba ada suara air grojok-grojok dan bau tidak sedap, eh ternyata ada pipa yg ngeluarin air bau sekali. Entah itu air buangan pompa-pompa daerah yang terkena rob, ataukah memang limbah rumah tangga.

Dari pantai kita ke Gramed, cuma liat-liat bentar nggak ada yg mau dibeli, sebenarnya disitu cuma mau foto progress kantor regional, yang terkait dengan pengadaan yg aku pegang. Magrib tiba, kita jum’atan di Baiturrahman, dilanjutkan pulang kerumah adek untuk ngobrol2 sampai jam 9.

next day, will be writen in another post. :)