Archive for July, 2009

Wed
Jul
22

Tips Naik Kereta Api


Yang namanya Kereta Api Eksekutip itu ada aja deh kendala servicenya menurutku, dari mulai AC centralnya yang terlampau dingin, pengharum ruangan yang menyengat, WC yang unmanusiable dan jadwal yang molor. Hampir setiap pulang-pergi Semarang-Jakarta via kereta, naik Argo Sindoro ada aja deh kendalanya.
Berikut akan saia bagikan tip & trik bagi yang mau/belum pernah naik kereta khususnya eksekutif:
1. Pesen satu bulan sebelum tanggal keberangkatan.
2. Pantau jadwal keberangkatan kereta via Web KAI
3. Pesen via telephon (henpun) call center di nomor 13897, dapet kode boking.
4. Bayar via ATM Mandiri, simpen struk
5. Tuker struk ATM dengan tiket KA (bisa beberapa saat sebelum keberangkatan)
6. Siapkan jaket dan kaos kaki persiapan kalo ACnya terlalu dingin.

Satu lagi, bawalah makanan sendiri karena makanan di kereta “kurang bagus” seperti di pesawat, atau bisa juga pesen di restoran kereta dengan membayar agak lebih mahal dari harga umum. Apalagi mulai 1 Agustus, fasilitas makan gratis di kereta akan ditiadakan, dengan konsekuensi harga tiket turun (entah berapa persen).

Saia pernah juga naik kereta eksekutif jurusan Jakarta-Kutoarjo (Kerete Sawunggalih), disini satu kereta dibagi dua kelas, bisnis dan eksekutif dan hanya dibedakan gerbongnya. nah tempat duduk untuk eksekutif ini benar-benar sudah usang, dan berkutu, jadi ya maap-maap saja bagi yang terbiasa memperhatikan kebersihan akan sedikit terganggu, apalagi ditambah AC yang kurang dingin.

Fri
Jul
17

Racun itu bernama Bicycle


Ide membeli sepeda sebenarnya dari Mas Dedi, kalo aku sih sebenarnya belum begitu tertarik, disamping nanti dikira mempoligami si vixi, juga berpikiran kalo namanya sepeda itu ya seperti sepeda pada umumnya yang asal bisa dionthel aja. Setelah browsing-browsing lihat macam macam merek sepeda unggulan seperti united & polygon, lama kelamaan kok jadi tertarik, apalagi dulu pernah ikut club sepeda di Solo menuruni gunung merbabu menggunakan sepeda downhill pinjeman club tersebut.

Sempat juga ke PRJ untuk melihat-lihat model-model sepeda secara live untuk memperaoleh gambaran, jenis dan merek apa yang ingin dibeli. Sebenarnya dari awal kepingin punya yang jenis full suspension seperti Polygon jenis Tango, atau United Command. Namun setelah kita pergi ke HTH, toko grosir di kawasan Jatinegara. lihat-lihat sekalian konsultasi gratis dengan pakar sepeda dan dengan mempertimbangkan alokasi budget opex 2009 ini, maka aku dan Mas Dedi memutuskan membeli yang ber-suspensi depan saja, karena kalo + suspensi belakang, berat untuk di-gowes di jalanan datar.

Pilih-memilih akhirnya jatuhlah ke United Miyabi Miyami, dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:

Frame            :MTB 26″ Alloy 400 MM
Fork               :Zoom, MTB Susp 26″
H/Parts           :Steel/Alloy Intergrated
C/Wheel         :Shimano FC-M151
Caliper F         :P romax, Alloy Mechanical Type
BRK R             :Alloy V-Brake
Disc BRK F       :P romax, Stainless Steel
F/Derail           :Shimano FD-C050
R/Derail           :Shimano RD-M310L
SFT/LVR          :Shimano ST-EF60, Alloy Shifter 21 Speeds
RIM                 :Alloy 26″
Free Wheel      :Shimano MF-TZ31
Tue
Jul
7

ABUJA (Asal Bukan Jakarta)


Sejak Cawang/UKI ditutup untuk bus-bus antar kota dan semua transit penumpang dipindahkan ke Terminal Kampung Rambutan, kemarin saya berangkat dari Jakarta Pusat ke Purwakarta ditempuh salam waktu 4 jam.

Berangkat dari Sarinah jam 10 pagi, nunggu sebentar untuk cari metromini atau kopaja Tanah Abang-Kampung Rambutan tidak dateng-dateng juga. Akhirnya jam 11 memutuskan  untuk naik Busway, disamping ngadem, bersih dan anti macet, secara hari itu ada kampanye putaran terakhir SBY-Budiyono di Gelora Bung Karno tentunya jalanan dijamin macet.

Kalau naik busway dari Sarinah mau ke Kampung Rambutan harus transit beberapa kali; di Dukuh Atas, Matraman, dan Kampung Melayu, baru ke Kampung Rambutan, karena tidak bisa lagi turun di UKI . Paling menyebalkan adalah jalan dari Kampung Melayu ke Kampung Rambutan, lewat pasar Kramat Jati yang crowded, menyebabkan jalannya busway lelet dan empot-empotan kayak uler, sampai di Terminal jam 1 siang, wat de hell? 2 jam hanya untuk sampai terminal?

Pulangnya juga sama, malah lebih parah, menunggu busway di halte Kampung Rambutan aja setengah jam lebih baru dateng, trus jalan lewat pasar kramat jati semrawut buanget deh, pol-pol itu buswe’ jalan 20km/jam, pas di Halte Kampung Melayu nunggu tuh Buswe’ suk sampai 1 jam. Sampai-sampai ada bapak-bapak disebelahku uring-uringan emosi sendiri.

Buat kalian-kalian yang nyari kerjaan atawa tempat cari makan kalo bisa jangan di Jakarta deh, kota semrawut dijamin bikin stress. Apalagi ditambah harga kebutuhan dan properties selangit tak terjangkau akal manusia yang bergaji standar dan stagnan.
Dinegara-negara lain, ibu kota dibangun sedemikian rupa agar nyaman disinggahi dan ditempati, karena ibu kota adalah “wajah” meet & great lah istilahnya, yang pertama dilihat oleh turis-turis asing, sehingga memiliki kesan baik. Tapi di Jakarta jauh dari itu, bukanya perbaikan malah semakin parah.

Ironis, di pedesaan suasana asri, sejuk, airnya jernih dan tenang tapi harga tanah & properties murah meriah. Di jakarta, udah sumpek, macet, kotor, bising, macet, tapi harga tanah dan properties tak terjangkau akal manuasia bergaji standar seperti saya.

Thu
Jul
2

H-P-B-D


Hari dimana Ibu melahirkan kita kedunia dengan 2 pilihan, hidup atau mati, begitu mulia perjuangannya, sehingga ketia dia meninggal saat melahirkan, maka masuklah dalam golongan syahid.

———————-

Wish list 1 tahun kedepan:

Kategori non barang:
1. Merit with her (insyaAlloh).
2. Dipindah dari Jakarta ke Semarang (hehehe, jadi wishlist deh) T.T
3. Punya rumah sendiri.
4. Punya bisnis sampingan.

Kategori barang:
1. Macbook Air, (atau macbook pro juga rela deh).
2. Nintendo Wii.
3. Blackberry tapi yang Storm ya!.
4. Yamaha YZF-R6 modif dari v-xion bisa ngga ya T.T

Dah pokoknya kalau mau ngado kategori barang aja, dan seperti yang saya sebutkan diatas, terimakasih…