Archive for August, 2008

Sun
Aug
31

Khitbah Versiku, akan kuingat sepanjang hidupku


“….. berkenankah engkau menjadi rembulan di langit hatiku? hati yang merindukan lembut cahayanya? Berkenankah engkau menjadi Aisyah-ku? seperti kehadiran Aisyah r.a. dalam kehidupan Nabi Saw.? Berkenankah engkau ….. menjadi istriku?

Bidadari itu terdiam mendengar apa yang kukatakan. Ia tak berucap meski hanya sepatah kata, pandangannya menerawang angkasa. Sejenak kemudian ia menatap mataku, lalu ia alihkan pandangannya ke pepohonan yang tumbuh di sekeliling kami. Air mata … mengalir lembut … lembut sekali … di pipinya.

ini versi novel “Rembulan di Langit Hatiku”

———————————————————————

Ini versiku dan dia:

SMSdia: would you be..dear??

SMSdia: my only one?

SMSku: would you be my wife, dear?? (malu)

SMSdia:Dilamar nih ceritanya?

SMSku: InsyaAlloh dengan segala ketulusan hatiku : )

SMSdia:Lamarnya lewat sms?

SMSku; Iya  ^_ ^ (mas malu) dari kemarin belum bilang kata2 itu.

Malam itu, 21 Agustus 2008, jam 21:10 Kuberanikan diri menelponnya, bismillah ku ucapkan dalam hati.

Aku: Assalamu’alaikum Adek

Adek: Wa’alaikum salam

Aku: Dek, maukah kau menjadi istriku kelak (suaraku setengah berbisik, kukumpulkan segala pengharapan yang cukup besar pada kata-kata ini, sehingga lidah begitu berat melafalkannya)

(Dia diam sejenak di seberang telpon sana, hatiku semakin kencang berdetak atau berhenti sama sekali, aku tak memperhatikanya pikiranku terpusat pada heningnya diseberang sana)

Adek: Bismillahirohmanirrohim, InsyaAlloh adek mau.

Aku: Alhamdulillah, terimakasih adek. (hatiku gerimis, tidak sadar aku menghitbahnya)

….pembicaraan seperti biasa beberapa saat

Aku:Udah dulu ya, wassalamu’alaikum.

Adek: Wa’alaikum salam.

SMSdia: : ) speechless.. , i ‘ll be patient to waiting for.

Hmmmmm, soooo sweeeeeeeeeeeeeeeeet

Sat
Aug
30

Karenamu Aku Cemburu


Buku karangan Asma Nadia, dkk. Baru selesai ku baca kemarin saja, walau udah begitu lama ku beli dari penjual buku yg sering mangkal di depan mushola kantor. Sebenarnya mau beli karangannya yang berjudul Catatan hati di setiap sujudku, namun karena adanya yang ini ya coba beli aja. Lagian Ms Green juga bilang, dia punya hampir semua buku2 Anadia dan semuanya bagus-bagus.

Dan memang, aku baru sempet nyelesain buku ini (yang ngga begitu tebel) karena windows di laptopku error dan sabtu minggu jadi ngga bisa online (kata Ms green, biarin error terus biar bisa sering baca buku, byuh).

Isinya bagus, bagi para cowok yang pengin merasakan perasaan wanita, khususnya dia yang nanti akan menjadi istri kita wajib baca buku ini, hahahahahaha

Mo lihat resensi pengarangnya?

Sat
Aug
30

Susahnya mudik Pake KAI


Mau mudik pake Kereta?

Siapkan aja staminamu buat tidur stasiun untuk antri tiket untuk tanggal keberangkatan sebulan yang akan datang.

Misal mau pulang tgl 28 September, ya tanggal 27 Agustus malem, harus bobok di stasiun untuk antri beli tiketnya.

Call center KAI juga terbukti nggak efektif untuk reservasi, karena gak bisa dihubungi, pas bisa, tiket sudah habis terjual, hahahaha

Kemarin aja udah ke_PD-an berangkat subuh untuk antri tiket, ehhh, sampai Stasiun Gambir, antrian sudah sampai ke luar peron, terpaksa balik kanan deh.

Sebenarnya enak naek kereta kalo aku pulang mudik ke Kutoarjo, karena turun di stasiun Kutoarjo tinggal naik ojek dari situ ke rumah. Tapi yah karena menimbang dan mengingat susahnya nyari tiket maka kuputuskan naik pesawat aja ke semarang dulu, ke rumah pak Dhe, baru motoran ke Purworejo. Baliknya kejakarta besok ya sama.

pssssstt, lagian kan ada yg mau ditemuin di semarang ^.^ tau deh, katanya besok mau diintrogasi juga sama ayah in law, jadi deg-degan aja.

Overal, yang penting dah tenang, mudik dan balik lagi ke jakarta udah terjamin, ngga perlu mikirin naik apa? atau kapan?

See u my home(s)

Sat
Aug
30

Ahhhh, akhirnya pake broadband


Sejak ninggalin Semarang dan hijrah ke Jakarta untuk mencari sesuap nasi dan setetes es teh, halah.

Otomatis aku ngga dapet fasilitas koneksi internet dari kantor lagi, yang dulunya memang diberikan cuma-cuma nembak BTS pake radio 3,3GHz untuk keperluan troubleshooting dan monitoring jaringan INP-ku.

Di Jakarta, di Div. Procurement ya ga dapat lah fasilitas buat monitoring, emang mo monitor vendor2 po. Solusinya adalah appy broadband matrix 3,5G, paket karyawan (byuh), dengan dana yang relatif murah yaitu Rp.100rb/bulan Quota maximal 3Gbps, selebihnya 1,4/kbps. Udah dapet modem Huawei E220 yang keren. Yah, lumayan ngirit sih, modemnya aja kalo di pasaran harganya 1,3jutaan gitu, lha ini dikasih gratis.

Kenceng banget koneksinya, apalagi pake acelerator , top markotop deh, buka youtube ga ada delay sama sekali.


Tue
Aug
26

Untukmu IT Helpdesk


This Page Cannot Be Displayed

Based on your corporate access policies, access to this web site ( http://friendster.com/ ) has been blocked because the web category “Blogs & Forums” is not allowed.

If you have questions, please contact your corporate network administrator and provide the codes shown below.
Notification codes: (1, WEBCAT, BLOCK-WEBCAT, 0x008f3941, 1219746650.711, AAAH0gAAAAAAAAAAyf8AEP8AAAA=, http://friendster.com/)

Rule Proxy kantor sudah semakin menggila, bukan cuma friendster, youtube dan kaskus, tapi sudah merambah semua situs-situs penyedia mp3, semua situs jejaring sosial,blog serta forum. entah mungkin suatu saat google juga akan di block oleh mereka.
Apa karyawan sudah begitu parahnya sehingga semua itu harus di block? apa tidak bisa dibuat semacam timing rule, misalkan jam istirahat proxy aakan allow all access.
Arrhhhhgggg…
Kalo untuk semacam manusia seperti “aku” yang sebagian hidupnya ada di sini, dunia bit-bit, pembatasan-pembatasan itu sudah merupakan hal yang keterlaluan.
Emang kita ini robot apa?
Manusia, pekerja akan mencari hiburan disaat senggang agar tidak stress, dan masing2 individu mengimplementasikan dengan cara yg berbeda, ada yg puas cuma baca detik, kompas, liputan6 aja ada yg cuma chatingan. Ada yang biasa cari-cari mp3 lagu-lagu kesukaan, nulis blog dan blogwalking atau googling sesuatu hal yang biasanya solusinya nemu di forum.

Saya rasa ngga cuma saya yang merasa kurang setuju dengan block-block situs yang notabene bukan sama-sekali merupakan situs porno atau ilegal.
Trus sebenarnya ini Nodin (Nota Dinas) -nya sapa yang mengatus blocking2 situs yang tak terhitung jumlahnya itu?

AWAS YA, GW DAH APPLY BROADBAND MATRIX 3,5G!!!

Fri
Aug
22

The Way of My Dreams II


Langit senja seketika memerah sejenak diantara kabut ibu kota yang begitu tebal laksana selimut usang yang dimamah anjing

Tatkala kubaca tiap baris pesanmu yg merinduku dari tepian jarak yang tak mungkin kusibak dalam hitungan jari

Hatiku gerimis, mengenang setiap kata yang begitu bermakna, yang telah kita torehkan bersama-sama pada prasasti yang kita beri nama janji

Bukankah aku pernah bilang?
bahwa kau adalah bintang yg membuat penyair sesekali tertegun berpikir untuk menyusun kata-kata yang lebih indah pada setiap baris puisinya.

Kalau kau baca, Desah nafasku akan menyiratkan sebuah fakta bahwa kesabaran dan rasa syukur yang tulus adalah suatu keindahan tersendiri yang tidak bisa kita pungkiri

Karena setiap tetesan mimpi kita akan bertemu pada satu muara kenyataan di suatu waktu nanti, dengan melewati berbagai liku jalan peristiwa yang dapat kita lalui dengan cahaya yang kita sebut “do’a”

Jakarta, 22 agustus 2008, 5:30, setalah kamu SMS

Fri
Aug
22

My Workspace


Selama paling tidak 7-8 jam sehari waktuku berada di kantor. Waktu selama itu pasti membutuhkan suasana yang senyaman mungkin supaya tidak boring dengan kerjaan yang menumpuk, supaya bisa menikmati pekerjaan, bukan dibebani.

Configurasi meja kerja saat di fungsi teknikal ngga begitu rumit, desktop malah keseringan nganggur, tuh liat aja keyboarnya aja di uncalin diatas. Lebih banyak mobile, jadi ngga keurus tuh meja.

Configurasi sekarang beda lagi, harus diatur senyaman mungkin,liat sendiri lah, hahahaha

Keterangan Gambar:

1. Fotonya Ms Green tersayang ^_^

2. Foto pertama kali ikut rapat sama vendor (yeh, ketutupan Pak Eko yang segede raksasa)

3. Gantungan kunci dari china, yg bisa kedip-kedip sendiri

4. Stiker “Sign Here”

5. Kumpulan kartu nama pemberian vendor-vendor yang udah mulai banyak

6. Dokumen – dokumen pengadaan (cuma sebagian itu, yang di laci masih ada)

7. Kalender (penting buat buat jadwal)

8. Namanya “Stick Notes” mark & notes

9. Namanya Binder clips

Dan masih banyak yg lain, kayak telepon meja, gelas minum dll

Wed
Aug
20

Hujan, Seperti yang kamu ceritakan kemarin


Setiap rintik menusuk-nusuk tanah hingga mengusir kesenyapan senja tempatmu berdiri.
Setiap jejak tetes yang melukis harapan kehidupan di setiap jengkal tandus sang tanah.
Setiap deras yang lahirkan alir menyusuri setiap ceruk-liuk atau mati tak berbekas.
Setiap bias baur dipenghujung mentari hingga pancarkan warna pelangi.

Aku mencoba mencari-cari nada pengusir dingin penghalau sepi.
Dalam setiap hiruk-pikuk suaranya menerpa setiap benda diluar sana.
Atau sekedar kutemukan ritme tetesan air ditepian rumah ketika dia mulai mereda.

Hujanlah engaku, tapi jangan disenja ini.
Dimana tak mungkin ku harap datangnya pelangi.
Dimana semua bayang sudah panjang.
Dan menghitam berpagut dengan sang malam yang sunyi.

R

Jakarta, 20 Agustus 2008

Tue
Aug
19

Bunda, Umar Sayang Bunda


Penulis : Ukasah Aditya

KotaSantri.com : “Bunda, kenapa Allah gak kasih kita hidup enak yah?” tanya seorang anak pada ibunya.

“Mungkin karena Allah amat sayang sama kita,” jawab bundanya dengan santun.
“Begitu ya, bunda?” Anaknya berujar.
“Iya, nak. Allah amat sayang sama kita, Allah gak mau kita terlena sama nikmat dunia,” sambil meneteskan air mata Bundanya berujar pelan.

Sore pun menjelang, bersiaplah Umar kecil untuk pergi ke masjid dekat rumahnya. Mengenakan peci kesayangannya dan kain sarung yang agak kumal. Langkahnya berpacu dengan suara iqamah petang itu.
Dari sudut jendela, bundanya tertegun melihat anaknya amat riang mendengar panggilan Allah itu.
“Ayo, nak, bergegas. Jangan sampai kau telat shalat maghrib ini!” teriak bundanya dari balik jendela.
“Iya, Bunda. Assalamu’alaikum…” jawab Umar.

Bangga rupanya bunda Umar ini, melihat pelita kecilnya rajin ibadah. Matanya berkaca-kaca saat teringat Ramadhan tahun yang lalu.
“Sayang, andai kau lihat anak kita saat ini, dia lucu sekali,” gumam bunda Umar dalam hati.
Melayang pikiran bunda Umar, mencoba menginggat setahun yang lalu di kamar ini. Selepas ia tunaikan shalat maghrib, diraihnya Mushaf kecil agak kusam lalu air matanya menetes perlahan.

“Sayang, aku rindu saat-saat itu,” lirihnya pelan sebelum membaca Ar-Rahman malam itu.
“Andai kau ada di sini sayang, melihat tingkah Umar yang lucu. Memegang pipinya yang tembem, kau elus rambutnya yang lebat. Akhhh… Betapa nikmat, sayang. Andai Allah berikan kesempatan kita berkumpul kembali, menikmati lantunan suaramu saat kau jadi Imam kami, kau bacakan surat kesukaanmu, kau do’akan kami semua agar kami sehat selalu. Kau berikan tanganmu untuk kukecup tanda baktiku untukmu. Kau elus kepala imut Umar, sayang. Andai kesempatan itu kembali terulang.”
“Bunda, kenapa nangis?” dielusnya pipi putih Bunda oleh Umar.
“Bunda gak apa-apa kok, nak. Bunda cuma kangen sama ayah,” sambil dikecupnya kening Umar yang baru pulang dari masjid.
“Bunda, emang ayah ke mana?” tanya polos Umar.
Sambil menitikan air mata, Bunda pun membelai kepala kecil Umar.
“Ayah udah ketemu sama Allah, nak. Ia tersenyum di sana. Ayah titip pesen kalo Umar harus jaga Bunda. Kau mau, nak?” tanya Bunda sambil mengusap air mata.
“Mau, Bunda. Bunda kesayangan Umar. Umar pastiii jagaa bunda,” sambil tersenyum riang Umar menjawab.
Tawa kecil pun meledak di malam sunyi itu.
“Ayo, nak. Mari kita tidur. Besok pagi-pagi kita temui ayah. Umar harus janji sama ayah bakal jaga Bunda ya?” ajak Bunda.
“Iya, Bunda. Umar janji jaga Bunda,” mata Umar pun seraya tertutup.
“Masya Allah…” teriakku terbangun dari tidur. Tak terasa sudah hampir 3 jam aku tertidur amat pulas. Sesaat tersadar kalau malam ini, aku bermimpi bertemu Umar dan suamiku.
“Allahu akbar…” tak terasa aku kembali meneteskan air mata.
Terkenang semua yang pernah terjadi malam ini, kecelakaan yang merengut kedua belahan jiwa membuatku kembali menitikan air mata.
Masih ingat olehku, bagaimana senyum manis Umar sebelum berangkat shalat ke masjid. Masih ingat olehku, bagaimana suamiku mencium keningku sebelum aku pergi tidur.
“Tuhan… Jaga belahan Jiwaku. Berilah mereka tempat yang lapang, ya Rabb. Kumpulkan mereka sebagai umatmu yang bertakwa. Tuhan… Kumpulkan kami kembali di JannahMu. Aku rindu Umar…” do’aku lirih menutup qiyamul lail malam ini.

Bunda sayang kalian… Tunggu bunda yah! Kita pasti akan bertemu kembali, sayang.

Tue
Aug
19

Long weekend


Seneng liat kamu tersenyum ketika aku datang.

Seneng liat kamu berbagi cerita.

Seneng bisa nemenin kamu dinner.

Thanks for All