Alasan Memilih Yamaha V-ixion
Sudah sekitar 4 bulan aku menunggangi vixion merah marun, selama itu juga aku merasa yaman dan puas. Dari dulu memiliki motor semi-sport adalah impianku, tapi dengan komitmen harus bisa membeli dengan hasil keringat sendiri.
Setelah dipindah tugaskan ke jantung kota Indonesia ini, otomatis aku meninggalkan tunggangan supra H5503RW yang sudah menemaniku kurang lebih selama 5 tahun sejak kuliah dan bekerja di Semarang, saat berencana membeli motor untuk free mobile di Jakarta sempat terlintas beberapa option:
1. Honda CBR.
2. Honda City Sport.
3. Suzuki Sartria.
4. Yamaha MX
5. Yamaha Vixion
6. Bajaj Pulsar
Setelah melakukan tapabrata didepan Laptop selama beberapa minggu, dan dengan membaca kitab kuno Google, akhirnya memutuskan untuk memilih Yamaha Vixion, dengan beberapa justifikasi:
-Honda CBR saya coret karena terlalu mahal untuk seukuran motor daily-ride, dengan mengeliminasi option ini, tentunya aku akan berhemat budget beberapa juta untuk dialokasikan ke kebutuhan lain, sempat terlintas pula untuk beli Honda Tiger, tapi kurang sreg dari segi body yang terlalu gambot, dan masih menggunakan teknologi konvensional.
-Yamaha MX, Honda City Sport 1 dan Satria sempat menjadi impian, karena terkesan garang dan “underbone”, terutama Suzuki Satria, namun menurutku tanggung kalo beli motor jenis ini, karena dengan menambah budget beberapa juta sudah dapat motor “cowok”.
-Bajaj Pulsar, hmmm, ini lumayan membuat bingung, pertandingan brain storming pemilihan motor di otakku akhirnya didominasi antara Vixion vs Bajaj, dua motor yang sama-sama memiliki body sporty trendy dan teknologi yang canggih. Dari kitab Algoogle diketahui perbandingan2 itu antara lain : Body Vixion dengan monoshock-deltabox khas motor balap versus Bajaj dengan digital speedometer-sporty fighter body.
Teknologi pembakaran Vixion yang Injection versus DTSI milik bajaj, apalagi bajaj yang dilepas ke pasaran dengan harga miring. Dan akhirnya aku memilih Yamaha Vixion daripada Bajaj, karena selain dari segi tampilan lebih cocok dan modifikationable, saat ini merek Yamaha juga sedang naik daun.
Walaupun saat membeli Vixion ada kendala yang cukup mengganggu akhirnya kesampaian untuk bisa menungganginya.