Archive for July, 2008

Thu
Jul
31

The T-Shirt


This is my t-shirt design for miss green, when she want to joint event for mangrove restoration at Jepara coast with Kesemat organization.

I ask to my sister, Siska, at Jogja to make this t-shirt with the best stuff (although she ask for more funds T_T, ughh..). I ask Sis to make 2 pieces, one with short arm for me and the other is long arm for her. Look at the initial letter? “R&N”

Nevertheless thanks to Sis, not until 3 days, the t-shirt arrive at Semarang a few hours before miss green have to go to the event.

cayooo!!!! ^.^

Tue
Jul
29

Hanya ada dokumen-dokumen,where is my toolkit?


Kerjaan seperti tiada habis-habisnya, yang namanya dokumen disini bukan cuma selembar 2 lembar, tapi 1 bendel, 5 bendel.

Kalo dulu waktu di Local Network, fungsi teknikal yang namanya kerjaan banyak, ya bawaanya laptop, toolkit, kabel E1, kabel UTP. Sampai-sampai Mas Agung bilang, kalo aku jalan ngga bawa toolkit bag, ibarat jalan ngga pake kolor, huauaua.., miss u my last job.
Sekarang berubah jadi dokumen-dokumen proyek-proyek pengadaan segala macam. Meja kerja dihiasi yang namanya “post-it”, stiker “sign-here”, paper clip, staples, rapido dll. Ngetik pake Word, pake Exel, diprint, ditandatangani untuk diproses ke bagian selanjutnya.

Huuuftt.., sejauh ini masih kadang2 buat kesalahan, karena mungkin belum terbiasa, kebanyakan editorial document belum betul, untung Ibu manajer yg baik hati mau merevisi dan ngingetin. Secara di devisi Itu aku adalah paling muda.

Yah, itulah. Hidup seperti roda, semua bisa berubah, unpredictable, dan semua tidak perlu dirisaukan, dikeluh kesahkan, semua harus disyukuri sebagai anugrah -kesempatan yg Alloh berikan hanya untuku. Kesempatan yang tidak Dia berikan kepada mereka yang belum beruntung.

untungnya kadang-kadang di sela-sela hari2 sibukku masih sempet untuk SMS, chat,nulis puisi buat miss green yg selalu menyemangati hari-hariku :)

Fri
Jul
25

Tarbiyah, Halaqah dan Liqo


ini yang aku suka ketika menjejakkan kaki di perusahaan ini, selain urusan dunia, kantorku adalah tempat menuntut ilmu agama yg diberinama SKI.

Dari pas waktu kita dikdas dulu udah diberitahu oleh senior atau mentor kita agar nantinya satu angkatan ini tetep rutin melaksanakan silaturahmi, pertemuan untuk kaderisasi dan tarbiyah atau kami biasa  menyebutnya halaqah (yang berarti lingkaran) atau liqo’ (pertemuan). Sekelompok kader/anggota kami yang dijakarta berjumlah 10 orang berkumpul di hadapan seorang pemandu atau mentor. Dalam seminggu kita melaksanakan liqo satu kali, yaitu hari Senin sehabis sholat Ashar di mushola kantor lantai 23.Biasanya pemandu/mentor memulai liqo’ dengan bacaan Al-Quran, bergantian setiap anak membaca beberapa ayat,disusul dengan tausiyah dan pemberian materi pembinaan. Kadang-kadang, dalam liqo’ ini, diberikan tugas-tugas oleh pemandu, yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas kadernya. kadang-kadang mentor juga memberi tausyiah-tausiyah sederhana yang menyejukkan jiwa. Ibarat setelah seharian kita dipanaskan dengen bekerja untuk urusan dunia, tiba-tiba diberi kesejukan jiwa yang mentriger iman yang kadang melemah di tengah Ibukota yang panas ini.

Dengan metode ini kita jadi merasa persaudaraan kita selama suka-duka dikdas tetap terbina, ditengah kesibukan masing-masing yang tersebar di berbagai tempat dan devisi, bisa berkumpul untuk sekedar tausiyah singkat dan menemui saudaranya. untuk berbagi cerita tentang bagaimana kerjaan yang dikerjakannya atau sekedar bercanda seperti saat 35 hari dulu dikarantin.

Yah, itulah manfaat dari liqo atau halaqah kita, walaupun dari keterbatasan ilmu yang kita peroleh karena singkatnya waktu, atau kemampuan mentor, tapi yang ingin saya titik beratkan adalah  lebih kepada membentuk wawasan dan kepribadian yang Islami.

Kalo untuk kajian-kajian yang sedikit “lama” dan “berat” bisa ikut kajian habis dzuhur dari udztad-udztad yg diundang dari luar biasanya tiap minggunya dua kali di mushola lantai 23 juga.

Tue
Jul
22

Sampaikan puisi ini kepada langit, bumi, udara dan hujan


Aku tak bisa menghitung lagi rasa sayang ini
begitu bertumpuk, berderet dan lalu lalang melintas di setiap pikiranku tanpa mengenal hari

Aku ingin katakan kata yg telah kita sepakati untuk disimpan
di setiap bayangmu terlintas, dan setiap mimpiku terbias

Aku ingin bicara kepada langit, bumi, udara dan hujan, tentang perasaan cinta ini
Agar menyampaikan padamu ketika kau temui mereka

Aku ingin melukiskan puisi tentang indah hari-hariku bersamamu
dengan tinta yang begitu langkanya sehingga hanya dengan hanya ketulusan hati aku meraciknya

Aku ingin memohon dengan kerendahan hati kepada illahi tentang keinginanku bersamamu
disetiap bisik do’a, harap sujud, dan diantara setiap adzan-iqoma yang kudengar

ps:tuh tak buatin 1 lagi :) , cepet-cepet buatnya, kalo jelek ya maklum ^_^

Sat
Jul
19

Maafkan aku, untuk sebuah proses menggenapkan setengah dienMu.


Perasaanku padamu adalah fitrah manusia sebagai ciptaan Alloh, sebuah wujud dari manivestasi Tuhan kepada makhluknya.
sebuah perasaan yang kadang membuat beberapa makhluk ciptaanMu merasa malu untuk memakluminya apalagi untuk mewujudkannya dalam sebuah kata, dan perbuatan.

Tapi bagiku, merupakan kwajibanku untuk membingkainya dengan kebaikan-kebaikan yang telah Dia gariskan

Jangan mengira bahwa aku mencintaimu, dan kamu menghawatirkan itu akan melebihi cintaku kepada Alloh
Karena yang menjadi ukuran ku untuk mencintaimu adalah ukuran-ukuran yang telah Dia berikan
Aku mencintaimu karena aku mencintai hukum-hukum Alloh itu

Aku tidak menganggapmu sebagai apa-apa
tapi aku menganggapmu sebagai seorang bidadari titipan sang ilahi sebagai perantara-Nya untuk membuat aku menjadi makhluk yang lebih berbudi,
menjadi inspirasiku agar menjalani hidup ini dengan penuh syukur,
bekerja dengan giat agar bisa aku gunakan untuk mahar meminangmu,
untuk aku selalu belajar agamaku agar nantinya aku bisa memimpinmu dan anak2ku kelak.

dosakah itu?

Wed
Jul
16

Tahta Pelangi


Menelusuri rasa yang tak mampu terkata dalam setiap detik waktu yang selanjutnya ku beri nama rindu,
adalah bisikan do’a setiap harapku yang berbatas jarak dan terbungkus tebalnya penantian.

Butuh janji setegak prasasti untuk menegaskan bahwa dirimu ada selalu dalam hidupku
butuh kesabaran selaksana langit untuk untuk aku menyusun rencana tempat bertahta pelangi

Dan kau masih saja berbalut cemas
ketika kubisikkan:
bahwa semua hanya akan seperti sejuk guliran embun yang sesegera akan digantikan
hangatnya mentari sebelum siang yang bersahabat

atau kau terlalu menghawatirkan akan senja
yang memaksa matahari seakan terjaga,untuk segera beranjak turun dari tempatnya
yang menegaskan cinta dengan seribu syarat dan rintangan?

tahukan ,aku akan berusaha pada sisa lelahku dengan butiran peluh yang akan kau hapus ketika benar-benar waktu itu tiba
aku akan menyelam ke dasarnya lautan semua peristiwa sampai kudapati mutiara
bertuliskan”cinta”.

ropix