Tue
Aug
26

Untukmu IT Helpdesk



This Page Cannot Be Displayed

Based on your corporate access policies, access to this web site ( http://friendster.com/ ) has been blocked because the web category “Blogs & Forums” is not allowed.

If you have questions, please contact your corporate network administrator and provide the codes shown below.
Notification codes: (1, WEBCAT, BLOCK-WEBCAT, 0×008f3941, 1219746650.711, AAAH0gAAAAAAAAAAyf8AEP8AAAA=, http://friendster.com/)

Rule Proxy kantor sudah semakin menggila, bukan cuma friendster, youtube dan kaskus, tapi sudah merambah semua situs-situs penyedia mp3, semua situs jejaring sosial,blog serta forum. entah mungkin suatu saat google juga akan di block oleh mereka.
Apa karyawan sudah begitu parahnya sehingga semua itu harus di block? apa tidak bisa dibuat semacam timing rule, misalkan jam istirahat proxy aakan allow all access.
Arrhhhhgggg…
Kalo untuk semacam manusia seperti “aku” yang sebagian hidupnya ada di sini, dunia bit-bit, pembatasan-pembatasan itu sudah merupakan hal yang keterlaluan.
Emang kita ini robot apa?
Manusia, pekerja akan mencari hiburan disaat senggang agar tidak stress, dan masing2 individu mengimplementasikan dengan cara yg berbeda, ada yg puas cuma baca detik, kompas, liputan6 aja ada yg cuma chatingan. Ada yang biasa cari-cari mp3 lagu-lagu kesukaan, nulis blog dan blogwalking atau googling sesuatu hal yang biasanya solusinya nemu di forum.

Saya rasa ngga cuma saya yang merasa kurang setuju dengan block-block situs yang notabene bukan sama-sekali merupakan situs porno atau ilegal.
Trus sebenarnya ini Nodin (Nota Dinas) -nya sapa yang mengatus blocking2 situs yang tak terhitung jumlahnya itu?

AWAS YA, GW DAH APPLY BROADBAND MATRIX 3,5G!!!

Fri
Aug
22

The Way of My Dreams II



Langit senja seketika memerah sejenak diantara kabut ibu kota yang begitu tebal laksana selimut usang yang dimamah anjing

Tatkala kubaca tiap baris pesanmu yg merinduku dari tepian jarak yang tak mungkin kusibak dalam hitungan jari

Hatiku gerimis, mengenang setiap kata yang begitu bermakna, yang telah kita torehkan bersama-sama pada prasasti yang kita beri nama janji

Bukankah aku pernah bilang?
bahwa kau adalah bintang yg membuat penyair sesekali tertegun berpikir untuk menyusun kata-kata yang lebih indah pada setiap baris puisinya.

Kalau kau baca, Desah nafasku akan menyiratkan sebuah fakta bahwa kesabaran dan rasa syukur yang tulus adalah suatu keindahan tersendiri yang tidak bisa kita pungkiri

Karena setiap tetesan mimpi kita akan bertemu pada satu muara kenyataan di suatu waktu nanti, dengan melewati berbagai liku jalan peristiwa yang dapat kita lalui dengan cahaya yang kita sebut “do’a”

Jakarta, 22 agustus 2008, 5:30, setalah kamu SMS

Fri
Aug
22

My Workspace



Selama paling tidak 7-8 jam sehari waktuku berada di kantor. Waktu selama itu pasti membutuhkan suasana yang senyaman mungkin supaya tidak boring dengan kerjaan yang menumpuk, supaya bisa menikmati pekerjaan, bukan dibebani.

Configurasi meja kerja saat di fungsi teknikal ngga begitu rumit, desktop malah keseringan nganggur, tuh liat aja keyboarnya aja di uncalin diatas. Lebih banyak mobile, jadi ngga keurus tuh meja.

Configurasi sekarang beda lagi, harus diatur senyaman mungkin,liat sendiri lah, hahahaha

Keterangan Gambar:

1. Fotonya Ms Green tersayang ^_^

2. Foto pertama kali ikut rapat sama vendor (yeh, ketutupan Pak Eko yang segede raksasa)

3. Gantungan kunci dari china, yg bisa kedip-kedip sendiri

4. Stiker “Sign Here”

5. Kumpulan kartu nama pemberian vendor-vendor yang udah mulai banyak

6. Dokumen - dokumen pengadaan (cuma sebagian itu, yang di laci masih ada)

7. Kalender (penting buat buat jadwal)

8. Namanya “Stick Notes” mark & notes

9. Namanya Binder clips

Dan masih banyak yg lain, kayak telepon meja, gelas minum dll

Wed
Aug
20

Hujan, Seperti yang kamu ceritakan kemarin



Setiap rintik menusuk-nusuk tanah hingga mengusir kesenyapan senja tempatmu berdiri.
Setiap jejak tetes yang melukis harapan kehidupan di setiap jengkal tandus sang tanah.
Setiap deras yang lahirkan alir menyusuri setiap ceruk-liuk atau mati tak berbekas.
Setiap bias baur dipenghujung mentari hingga pancarkan warna pelangi.

Aku mencoba mencari-cari nada pengusir dingin penghalau sepi.
Dalam setiap hiruk-pikuk suaranya menerpa setiap benda diluar sana.
Atau sekedar kutemukan ritme tetesan air ditepian rumah ketika dia mulai mereda.

Hujanlah engaku, tapi jangan disenja ini.
Dimana tak mungkin ku harap datangnya pelangi.
Dimana semua bayang sudah panjang.
Dan menghitam berpagut dengan sang malam yang sunyi.

R

Jakarta, 20 Agustus 2008

Tue
Aug
19

Bunda, Umar Sayang Bunda



Penulis : Ukasah Aditya

KotaSantri.com : “Bunda, kenapa Allah gak kasih kita hidup enak yah?” tanya seorang anak pada ibunya.

“Mungkin karena Allah amat sayang sama kita,” jawab bundanya dengan santun.
“Begitu ya, bunda?” Anaknya berujar.
“Iya, nak. Allah amat sayang sama kita, Allah gak mau kita terlena sama nikmat dunia,” sambil meneteskan air mata Bundanya berujar pelan.

Sore pun menjelang, bersiaplah Umar kecil untuk pergi ke masjid dekat rumahnya. Mengenakan peci kesayangannya dan kain sarung yang agak kumal. Langkahnya berpacu dengan suara iqamah petang itu.
Dari sudut jendela, bundanya tertegun melihat anaknya amat riang mendengar panggilan Allah itu.
“Ayo, nak, bergegas. Jangan sampai kau telat shalat maghrib ini!” teriak bundanya dari balik jendela.
“Iya, Bunda. Assalamu’alaikum…” jawab Umar.

Bangga rupanya bunda Umar ini, melihat pelita kecilnya rajin ibadah. Matanya berkaca-kaca saat teringat Ramadhan tahun yang lalu.
“Sayang, andai kau lihat anak kita saat ini, dia lucu sekali,” gumam bunda Umar dalam hati.
Melayang pikiran bunda Umar, mencoba menginggat setahun yang lalu di kamar ini. Selepas ia tunaikan shalat maghrib, diraihnya Mushaf kecil agak kusam lalu air matanya menetes perlahan.

“Sayang, aku rindu saat-saat itu,” lirihnya pelan sebelum membaca Ar-Rahman malam itu.
“Andai kau ada di sini sayang, melihat tingkah Umar yang lucu. Memegang pipinya yang tembem, kau elus rambutnya yang lebat. Akhhh… Betapa nikmat, sayang. Andai Allah berikan kesempatan kita berkumpul kembali, menikmati lantunan suaramu saat kau jadi Imam kami, kau bacakan surat kesukaanmu, kau do’akan kami semua agar kami sehat selalu. Kau berikan tanganmu untuk kukecup tanda baktiku untukmu. Kau elus kepala imut Umar, sayang. Andai kesempatan itu kembali terulang.”
“Bunda, kenapa nangis?” dielusnya pipi putih Bunda oleh Umar.
“Bunda gak apa-apa kok, nak. Bunda cuma kangen sama ayah,” sambil dikecupnya kening Umar yang baru pulang dari masjid.
“Bunda, emang ayah ke mana?” tanya polos Umar.
Sambil menitikan air mata, Bunda pun membelai kepala kecil Umar.
“Ayah udah ketemu sama Allah, nak. Ia tersenyum di sana. Ayah titip pesen kalo Umar harus jaga Bunda. Kau mau, nak?” tanya Bunda sambil mengusap air mata.
“Mau, Bunda. Bunda kesayangan Umar. Umar pastiii jagaa bunda,” sambil tersenyum riang Umar menjawab.
Tawa kecil pun meledak di malam sunyi itu.
“Ayo, nak. Mari kita tidur. Besok pagi-pagi kita temui ayah. Umar harus janji sama ayah bakal jaga Bunda ya?” ajak Bunda.
“Iya, Bunda. Umar janji jaga Bunda,” mata Umar pun seraya tertutup.
“Masya Allah…” teriakku terbangun dari tidur. Tak terasa sudah hampir 3 jam aku tertidur amat pulas. Sesaat tersadar kalau malam ini, aku bermimpi bertemu Umar dan suamiku.
“Allahu akbar…” tak terasa aku kembali meneteskan air mata.
Terkenang semua yang pernah terjadi malam ini, kecelakaan yang merengut kedua belahan jiwa membuatku kembali menitikan air mata.
Masih ingat olehku, bagaimana senyum manis Umar sebelum berangkat shalat ke masjid. Masih ingat olehku, bagaimana suamiku mencium keningku sebelum aku pergi tidur.
“Tuhan… Jaga belahan Jiwaku. Berilah mereka tempat yang lapang, ya Rabb. Kumpulkan mereka sebagai umatmu yang bertakwa. Tuhan… Kumpulkan kami kembali di JannahMu. Aku rindu Umar…” do’aku lirih menutup qiyamul lail malam ini.

Bunda sayang kalian… Tunggu bunda yah! Kita pasti akan bertemu kembali, sayang.

Tue
Aug
19

Long weekend



Seneng liat kamu tersenyum ketika aku datang.

Seneng liat kamu berbagi cerita.

Seneng bisa nemenin kamu dinner.

Thanks for All

Fri
Aug
15

Diatas Kereta



Di atas kereta menderu, kutuliskan untukmu sebait puisi tentang hangatnya rindu
Tentang rasa sayang yang tak hilang dan lekang terbunuh waktu yang jalang
Tentang cinta yang lahirkan seribu makna di setiap bentangan cerita
Tentang dirimu yang akan kujumpai esok hari di hamparan jarak yang sedang kutempuh
Di atas kereta penuh-sesak oleh lalulalang pengharapan

15 Agustus 2008
sebuah draft puisi untuk malam nanti

Tue
Aug
12

Minuman seharga 3 juta



Ngga percaya ada minuman seharga segitu satu botolnya, Nih liatin daftar salah satu minuman di restoran Restaurant Jittlada, restouran masakan Thailand yg ada di bilangan Manggarai, Secara kemarin kan dapet undangan dari salah satu vendor, ngajakin lunch disitu.

Pertama-tama disuguhin daftar menu, bengong, nih nama makanannya aneh2 bener ya, ya dah ngikut pesenannya yg ngajakin aja, kalo minumnya pesen sendiri pertama pesen “Thai es tea”, pas dateng, buset nih minuman rupanya campuran antara wortel, susu, sama teh Thailand gitu, buah rasanya keke jamu. Terpaksa pesen minuman lagi deh orange jus aja.

Nunggu makananya agak lama, baru dateng terdiri atas:

-Makanan pembuka sejenis tom-yam, tapi lebih banyak jamur dan rasa pedesnya
-makanan kedua, sejenis nuget dari udang giling, mmm, cukup yummy
-makanan utama kayak nasi kebuli itu tapi wadahnya nanas mentah, hahaha, ada2 aja
-makanan untuk lauk adalah ikan tenggiri goreng tepung, cumi, sama kepiting di kering gitu, bah..makanan yg aneh
-selanjutnya adalah ketela godog saus lembut khas Thailan, apapun namanya itu
-selanjutnya adalah eskrim durian dan eskrim rasa kelapa muda

bikin peruttttt genduuuuuuuuuuuuuuuuuuuut

Sun
Aug
10

I wanna stand with you on a mountain



Weekend , humm.., menjadi sangat berarti ditengah2 suasana kerja yg melelahkan.

Walaupun mencoba untuk relax dengan pekerjaan baru ini, tetep aja bikin stress, apalagi dah mulai ngehandle rapat-rapat sendiri,

Paling buat pusing, kalo meeting klarifikasi dan negoisasi sama vendor yang diwakili ituh apa namanya, orang asing, bahasa inggrisnya pake campur logat Chinese gitu, m sorry Mr Wang Li ^_^ , so confused to translate ur conversation.

Apalagi discuss via tlp, ngomongnya blas nggak dong, paling pol polnya, aku bilang: I am sorry, maybe i ll send mail to you to explain this case. hehehehe…………secara aku kan bukan listener & speaker yg baik

Sabtu pagi, rencana mo jalan2 ke monas, subuh udah di bangunin ms green, tapi tetep aja molor sampai jam 6 baru subuhan, dasaaar!!!

Rencana jalan-jalan ke monas pagi sama temenku Syahri itu pun terpaksa di rescedule ulang sampai batas waktu yg tidak ditentukan. Siangnya jalan-jalan aja ke Blok M, kan sama capeknya  , beli barang2 kebutuhan (kata Doni, buat ngabisin duit, halah).

Pas kita milih-milih buat beli DVD film, kok denger satu lagu lawas yg di aransemen ulang, trus tanya mbaknya yg jaga, lagunya sapa? eh lagunya Cascada - Truly, Madly, Deeply

Sayang itu lagu MPG, bukan MP3, trus ya dah diinget2 aja penyanyinya tar download sendiri di internet.

Bener dah dikos setelah searching sana-sini nemu,..hmmm.. lirikya bagus, terutama yg ini nih:

I wanna stand with you on a mountain
I wanna bathe with you in the sea
I wanna lay like this forever
Until the sky falls down on me

Kalo mo dunlut tuh lagu bisa kesini

Tue
Aug
5

Aku, dalam batas jarak dan waktu



Aku ada disitu, disisimu
Karena kamu bisa menghadirkan pikiran dan perasaanku
kedalam ruang dimensimu

Aku siap jika waktunya tiba
bahu buatmu bersandar dan terlelap nyaman
tangan buat menghapus segala jenis airmata luka
atau senyum yang membahagiakan warna-warni harimu
peluk yg akan melindungimu dari kekhawatiran
bahkan kuberikan hati untuk lentera jalanmu

Aku mampu untuk lakukan itu
dengan bantuan kesetiaanmu disitu
aku mampu menghadirkan diriku disitu
menghapus sedihmu, meghilangkan resahmu, menyemangatimu
selalu